Kisruh Lelang Motor Listrik, Bamsoet: Saya Tak Enak ke Pak Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan uji coba terhadap sepeda motor listrik Garansindo Electric Scooters ITS atau Gesits buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Istana Merdeka, Jakarta, 7 November 2018. Uji coba dilakukan seusai pertemuan dengan semua pihak terkait, didampingi Menristekdikti M. Nasir, di Istana Merdeka. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan uji coba terhadap sepeda motor listrik Garansindo Electric Scooters ITS atau Gesits buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Istana Merdeka, Jakarta, 7 November 2018. Uji coba dilakukan seusai pertemuan dengan semua pihak terkait, didampingi Menristekdikti M. Nasir, di Istana Merdeka. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas polemik lelang motor listrik Gesits dalam acara konser 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo' pada Ahad malam, 17 Mei 2020.

    Bamsoet mengaku tak enak hati karena berkembang isu yang menurutnya liar. "Jujur saya sampai tak enak hati dengan Pak Presiden, dengan Setneg, karena sebenarnya beliau tidak tahu apa-apa," kata Bamsoet dalam konferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jumat, 22 Mei 2020.

    Motor listrik yang dibubuhi tanda tangan Jokowi itu sebelumnya dilelang dengan harga Rp 2,55 miliar. Pemenang lelang adalah seorang pria bernama M. Nuh yang mengaku pengusaha asal Jambi. Ternyata, Nuh adalah seorang buruh harian lepas yang malah mengira ia akan mendapat hadiah.

    Kritik publik membanjir terhadap konser tersebut. Selain menganggap panitia terkena 'prank', publik juga mengkritik gelaran konser yang dianggap melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19.

    Bamsoet mengatakan Jokowi tak tahu menahu ihwal acara tersebut. Menurut dia, Jokowi hanya ingin mendukung gagasan konser amal yang bertujuan menggalang donasi untuk seniman, pekerja seni, dan masyarakat lainnya yang terdampak Covid-19.

    "Kalau ada pihak yang harus disalahkan, saya orangnya. Saya Bambang Soesatyo yang patut disalahkan, bukan yang lain, karena saya penanggung jawab acara ini," ucap dia.

    Bamsoet berpendapat konser amal itu patut dihargai. Ia juga berharap amanat Jokowi dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri serta doa Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat acara konser itu dapat terwujud. Yakni agar Indonesia dapat melawan pandemi Covid-19.

    Dia juga berterima kasih kepada para pejabat yang telah mendukung serta menghadiri konser secara virtual. Di antaranya Kepala BNPB, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, dan lainnya.

    "Kami mengucapkan terima kasih atas semangat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa para pemimpin Indonesia kompak dan solid dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini," ujar politikus Golkar ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.