Bareskrim Pastikan Pasokan 12 Ton Gula per Hari ke Pasar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan lantai gudang baru di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat, Selasa 3 Maret 2020. Gudang baru yang mampu menyimpan 3.500 ton kebutuhan pokok tersebut ditujukan untuk menyimpan panganan khusus seperti beras, minyak, kecap, gula dan terigu yang dijual secara online melalui aplikasi ipangan.com. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Pekerja membersihkan lantai gudang baru di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat, Selasa 3 Maret 2020. Gudang baru yang mampu menyimpan 3.500 ton kebutuhan pokok tersebut ditujukan untuk menyimpan panganan khusus seperti beras, minyak, kecap, gula dan terigu yang dijual secara online melalui aplikasi ipangan.com. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Satgas Pangan memastikan distributor memasok 12 ton gula per hari ke sejumlah pasar tradisional di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menurunkan harga gula pasir yang saat ini melambung.

    "Satgas Pangan melaksanakan mengecek data pemetaan distribusi oleh perusahaan dengan cara intervensi di beberapa pasar. Jumlah barang yang diturunkan dalam sekali operasi mencapai 12 ton per hari hingga Lebaran," kata Sigit melalui siaran pers di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.

    Sigit menyebut terjadi disparitas harga gula pada sepekan terakhir di tujuh wilayah. Yakni Banten, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan NTT. Polisi mencatat harga terendah sebesar Rp 11.200,- di Kepri dan harga tertinggi Rp 21.125,- per kilogram di Papua Barat. Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) gula adalah Rp 12.500,- per kilogram

    "Harga (gula) di pasar ritel modern sudah sesuai dengan HET, sedangkan temuan harga di pasar tradisional mengalami perbedaan harga," kata mantan Kadiv Propam Polri ini.

    Tingginya harga gula, kata dia, disebabkan kurangnya persediaan akibat kebijakan Pemerintah terhadap impor gula yang terkendala pandemi Covid-19.

    Selain itu, konversi gula kristal rafinasi (GKR) ke gula kristal putih (GKP) sebanyak 250.000 ton belum terealisasi sepenuhnya akibat terkendala distribusi. "Gangguan distribusi impor yang diakibatkan lockdown di negara asal impor, harga jual yang sudah tinggi di tingkat distributor," kata Sigit.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.