Wamenag: Takbiran di Rumah Saja, yang di Masjid Cukup 1-2 Orang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat muslim berada dekat lampion saat mengikuti takbir keliling di jalan protokol Mataram, NTB, Kamis, 14 Juni 2018. Lebaran 2018 ditetapkan lewat sidang isbat di Kementerian Agama pada Kamis sore. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Umat muslim berada dekat lampion saat mengikuti takbir keliling di jalan protokol Mataram, NTB, Kamis, 14 Juni 2018. Lebaran 2018 ditetapkan lewat sidang isbat di Kementerian Agama pada Kamis sore. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa'adi, mengajak seluruh umat Islam untuk mengisi malam Idul Fitri 1441 H dengan takbiran dari rumah.

    “Jika pada situasi normal takbiran bisa dilaksanakan secara bersama-sama baik di masjid, musala atau berkeliling dengan mobil atau kendaraan lainnya. Namun, di saat terjadi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini kami menganjurkan untuk dilaksanakan di rumahnya masing-masing,” ujar Zainut lewat keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2020.

    Kendati demikian, kata Zainut, takbir di masjid, musala dan surau harus tetap dikumandangkan untuk menjaga syiar agama. “Tetapi hanya dilakukan oleh 1 atau 2 orang saja,” ujar dia.

    Adapun sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah atau perayaan Hari Raya Idul Fitri 2020 akan digelar Kementerian Agama pada Jumat petang ini, 22 Mei 2020.

    Hasil sidang isbat akan memutuskan jika bulan baru atau hilal nampak dua derajat di atas ufuk dengan mata telanjang maka Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran akan jatuh pada Sabtu, 23 Mei 2020. Dengan kata lain puasa pada Ramadan tahun ini berlangsung selama 29 hari.

    Sementara jika hilal tidak terlihat maka bulan puasa tahun ini disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari atau dengan kata lain Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020.

    Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan awal Syawal atau Lebaran jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020 melalui metode penghitungan atau hisab. Melalui Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2020, salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia ini melakukan penghitungan astronomi hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.