Data Diretas, KPU: Data Kependudukan Bersifat Terbuka

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KPU. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi KPU. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz mengatakan pihaknya sedang menelusuri informasi peretasan data pemilih yang bersumber dari KPU. Info ini menjadi pembicaraan setelah akun Twitter @underthebreach mengunggah tangkapan layar daftar pemilih tetap pemilu 2014.

    Viryan mengatakan berdasarkan foto yang ada di Twitter, data itu merupakan softfile DPT Pemilu 2014. Data sesuai regulasi memang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan publik. "Bersifat terbuka," kata dia saat dihubungi lewat pesan teks, Jumat, 22 Mei 2020.

    Menurut akun itu, peretas mengambil data dari situs KPU pada 2013. Adapun data DPT 2014 yang mereka ambil berupa file berformat PDF. Peretas mengklaim memiliki 2,3 juta data kependudukan.

    Dari gambar yang diunggah, data berisi kolom nama lengkap, nomor kartu keluarga, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat dan tanggal lahir, alamat rumah, dan Informasi pribadi lainnya. Gambar yang diunggah di Twitter, kata Viryan, metadatanya tertanggal 15 November 2013.

    Selain itu, jumlah DPT Pemilu 2014 sebanyak 190 juta atau lebih sedikit dibanding klaim @underthebreach yang mengatakan jika peretas memiliki 200 juta data penduduk Indonesia. "KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita itu lebih lanjut, melakukan cek kondisi intenal (server data) dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.