16 Tenaga Medis di RSUP Wahidin Makassar Terpapar Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas Medis yang mengenakan pakaian pelindung merawat seorang pasien di ruang isolasi untuk pasien yang menderita penyakit Virus Corona di Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta Timur, 13 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    Seorang petugas Medis yang mengenakan pakaian pelindung merawat seorang pasien di ruang isolasi untuk pasien yang menderita penyakit Virus Corona di Rumah Sakit Persahabatan di Jakarta Timur, 13 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 16 tenaga medis yang bertugas menangani pasien Coronavirus Disease (Covid-19) di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, terpapar virus tersebut.

    "Iya benar, dalam tiga hari sebelumnya staf kami, dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya sudah terinfeksi konfimasi positif," ungkap Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo, Khalik Saleh saat dikonfirmasi, Kamis malam, 21 Mei 2020.

    Ia mengatakan, dari jumlah tenaga medis terkonfirmasi positif itu, ada sebagian memilih isolasi mandiri, sebagian masih dirawat intensif, dan lainnya di hotel untuk menjalani isolasi.

    Khalik mengungkapkan, sejumlah tenaga medis ini terpapar corona saat menangani pasien positif di ruang isolasi. Kendati tetap menjalankan protokol kesehatan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, namun serangan virus ini masih saja tembus kepada mereka.

    "Para tenaga medis yang bertugas selalu mengenakan APD lengkap, tapi masih saja kena. Kami berharap masyarakat tidak berkeliaran selama masa pendemi sehingga bisa mengurangi beban tenaga medis kita," ujar Khalik.

    Dia mengatakan, terpaparnya 16 tenaga medis ini berpengaruh pada sistem rotasi tenaga medis dalam hal menangani pasien. Tidak hanya itu, APD yang digunakan tenaga medis kurang berkualitas sehingga tenaga medis mudah terpapar.

    "Kami tentu masih membutuhkan APD, paling baik kalau itu berkualitas bagi tenaga medis kita yang bertugas. Saat ini penambahan tenaga medis masih diperlukan, mengingat jumlah pasien terus bertambah," ungkap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.