Densus Tangkap Pengusaha Bordir yang Terlibat Jaringan Teroris

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti yang disita polisi dari penggeledahan rumah mewah milik terduga DN di Kampung Saguling, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis 21 Mei 2020. (Tempo/Rommy Rosyana)

    Barang bukti yang disita polisi dari penggeledahan rumah mewah milik terduga DN di Kampung Saguling, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis 21 Mei 2020. (Tempo/Rommy Rosyana)

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menangkap terduga teroris berinisial DN, 40 tahun, di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menangkap DN, Rabu 20 Mei 2020 siang.

    Kemudian, Kamis 21 Mei 2020 siang, Densus dibantu personel Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Sat Reskrim Polres) Tasikmalaya Kota, menggeledah rumah terduga di Kampung Saguling Panjang, Kelurahan Cilamajang, Kawalu, Kota Tasikmalaya.

    Dari penggeledahan rumah mewah milik terduga DN, polisi menemukan dua pucuk pistol airgun dan senapan laras panjang rakitan lengkap dengan amunisi. Polisi pun menyita satu unit sepeda motor, mobil Isuzu Panther, 2 pistol Sofgun dan pelurunya, senjata laras panjang beserta 4 kaleng peluru kaliber 4,5 mm, teleskop, laptop, ATM, handpone, alat komunikasi HT, teropong malam, dan katana.

    Ketua RT setempat Aep Saepuloh, yang diminta menyaksikan penggeledahan, mengatakan DN kerap bergaul dengan siapapun di sekitar lingkungannya. "Kesehariannya dikenal biasa-biasa saja dan bergaul dengan masyarakat lainnya," ujar Aep, Kamis, 21 Mei 2020. DN pun dikenal sebagai pengusaha bordir terbesar di Tasikmalaya.

    Kepala Polres Tasikmalaya Kota Ajun Komisaris Besar Anom Karibianto mengonfirmasi penangkapan dan penggeledahan rumah para terduga teroris itu. "Betul telah dilaksanakan penggeladahan oleh Densus 88/AT, kami hanya back up," ujarnya kepada Tempo.

    Sebelumnya, Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial MT, 38 tahun pada Selasa, 19 Mei 2020. Kemudian Rabu, 20 Mei 2020, tim Densus dibantu personel Inafis Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, menggeledah rumah terduga di sebuah perumahan di Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

    Hasil penggeledahan rumah MT, polisi menyita sejumlah barang berupa paralon, pipa modifikasi, lima unit walkie talkie, dan beberapa lembar peta.

    Selain itu, Densus 88 menangkap MR, 45 tahun, warga Kampung Padasuka, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya pada Selasa, 12 Mei 2020. Ia ditangkap di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.

    Polisi menggeledah rumah MR di Kampung Padasuka, Kelurahan Sukamaju Kaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Dari sana polisi menyita sejumlah barang, dari telepon seluler, senjata laras panjang mainan, alat sangrai kopi, senjata sumpit, dan target panahan.

    Selesai melakukan penggeledahan di rumah MR, polisi kemudian menggeledah sebuah ruangan di tempat MR mengajar yakni di Pesantren Tahfidz Al Furqon di Kampung Sampang Tanjung, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

    Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas) Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, terduga teroris berinisial MR, 45 tahun, yang ditangkap Densus 88 Antiteror diduga terkait dengan jaringan kelompok teroris Surabaya. “(Ditangkap) setelah pengembangan jaringan Surabaya,” kata Argo kepada Tempo.

    ROMMY ROOSYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?