Akhirnya Masuk Panja RUU Cipta Kerja, Simak Alasan PKS:

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa gabungan Buruh dan Mahasiswa membentangkan spanduk saat menggelar aksi menolak omnibus law RUU Cipta Kerja di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Massa gabungan Buruh dan Mahasiswa membentangkan spanduk saat menggelar aksi menolak omnibus law RUU Cipta Kerja di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - PKS atau Partai Keadilan Sejahtera akhirnya bergabung dalam pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja di DPR.

    Sebelumnya, PKS menolak pembahasan RUU Cipta Kerja dengan berbagai alasan, termasuk wabah Covid-19.

    PKS pun mengirimkan tiga kadernya untuk masuk Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja, yakni Anies Byarwati, Bukhori Yusuf, dan Ledia Hanifa. 

    Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR Mulyanto mengatakan fraksinya mempertimbangkan perlu adanya pandangan penyeimbang dari partai oposisi dalam pembahasan RUU Cipta Kerja.

    "Karena Fraksi PKS ingin mengawal pembahasan RUU Cipta Kerjaker," ucapnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta hari ini, Kamis, 21 Mei 2020, seperti dikutip Antara.

    Menurut dia, Omnibus Law RUU Cipta Kerja isinya berkaitan dengan 79 ndang-undang sehingga Undang perlu dikritisi sejak awal agar tidak menyimpang.

    "Rapat Panja pekan ini melanjutkan pembahasan konsideran, bab I dan bab II. Kedua bab ini sangat penting karena mewarnai arah dan bunyi pasal-pasal pada 13 bab berikutnya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.