Viral Habib Umar Assegaf Cekcok dengan Petugas, Ini Kata Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memasang  'water barrier' di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 28 April 2020. Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. ANTARA FOTO/Didik  Suhartono

    Polisi memasang 'water barrier' di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 28 April 2020. Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Kepolisian Jawa Timur Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan insiden cekcok antara seorang pria dengan petugas polisi di checkpoint Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya.

    Belakangan diketahui pria yang menggunakan Toyota Camry warna hitam bernomor polisi N 1 B itu adalah pemilik Majelis Roudhotus Salaf Bangil, Habib Umar Abdullah Assegaf.    

    Trunoyudo mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, Rabu, 20 Mei 2020 tepatnya di Pintu Keluar Tol Satelit. Ia mengatakan polisi menghentikan kendaraan Toyota Camry yang datang dari arah Malang.

    "Setelah dicek bahwa pengemudi tidak menggunakan masker dan penumpang melebihi ketentuan PSBB," kata Trunoyudo saat dihubungi Kamis, 21 Mei 2020.

    Polisi meminta pengemudi putar balik karena melanggar PSBB. Namun, dari dalam mobil ada salah satu penumpang yang melarang. Penumpang ini kemudian turun dan sempat terlibat cekcok dengan petugas pemeriksa.

    Dari video yang beredar, pria yang mengenakan gamis putih ini pertama mendorong petugas. Kemudian, sang petugas balas mendorong dan menendang pria tersebut.

    "Akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Masyarakat harusnya paham bagaimana disiplin dan menerapkan aturan protokol kesehatan, bahkan anak kecil juga tahu" kata Trunoyudo.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.