Kematian Covid-19 di Kalsel Melonjak, Gugus Tugas: Klaster Gowa

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kepolisian Polda Sulsel menyemprotkan cairan di lokasi kegiatan Ijtima Ulama Asia di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 19 Maret 2020. Penyemprotan disinfektan di lokasi tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah mewabah di sejumlah wilayah Indonesia. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    Anggota kepolisian Polda Sulsel menyemprotkan cairan di lokasi kegiatan Ijtima Ulama Asia di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 19 Maret 2020. Penyemprotan disinfektan di lokasi tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang telah mewabah di sejumlah wilayah Indonesia. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyadari adanya angka kematian yang melonjak di Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, hal itu sebagian kejadian luar biasa (extraordinary).

    Puncaknya terjadi pada 17 Mei 2020 lalu. Dari total 59 kematian terkait Covid-19 pada hari itu, 27 di antarnya berasal dari Kalimantan Selatan. "68 persen dari 27 kematian ini berasal dari klaster Gowa, Sulawesi Selatan. Hal ini terjadi setelah acara religi massal pada 19-27 Maret yakni Ijtima di Gowa," kata Wiku dalam press breifing lewat video conference, Rabu, 20 Mei 2020.

    Wiku mengatakan setidaknya 8 ribu orang datang dalam acara itu. Meski acara pada akhirnya dibatalkan karena tak mendapat izin karena kenaikan jumlah kasus virus corona terus meningkat, namun telah banyak jemaat yang sudah tiba lebih dulu di lokasi.

    Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan. "Ini harus jadi pelajaran bagi kita semua. Kumpulan massa besar akan tak terhindarkan akan menjadi tempat paling mudah bagi virus bertransmisi," kata Wiku.

    Dari data Gugus Tugas, penambahan kasus kematian di Kalimantan Selatan memang tergolong pesat. Pada 16 Mei, jumlah kematian ada di angka 9 orang. Namun pada 17 Mei, penambahannya hingga 27 orang, hingga total menjadi 36 orang.

    Angka ini terus bertambah hingga hari ini. Kalimantan Selatan menjadi daerah paling tinggi kenaikannya di luar Pulau Jawa. Per hari ini, terhitung jumlah total kematian di sana mencapai 52 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.