Hari Kebangkitan Nasional, Jokowi: Semangat Atasi Wabah Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi diorama sekolah kedokteran Budi Utomo di Museum Kebangkitan Nasional (eks Gedung Stovia) Jakarta, 20 Mei 2018. Hari Kebangkitan Nasional ditandai oleh dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga mengunjungi diorama sekolah kedokteran Budi Utomo di Museum Kebangkitan Nasional (eks Gedung Stovia) Jakarta, 20 Mei 2018. Hari Kebangkitan Nasional ditandai oleh dua peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengenang sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Terbentuknya organisasi pemuda itu lebih dari satu abad lalu, kata Jokowi, menjadi penanda perjuangan negeri mewujudkan suatu bangsa yang besar dan kuat, bangsa yang bersatu dan bukan bangsa yang tercerai-berai.

    "Hari ini, 112 tahun kemudian, kita kembali ditantang untuk mewujudkan solidaritas sosial, semangat gotong-royong dan persaudaraan sejati, untuk bersama mengatasi pandemi Covid-19," ujar Jokowi lewat akun Instagram-nya @jokowi, Rabu, 20 Mei 2020.

    Sejak 1959, tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional, yaitu hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah  melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Kebangkitan Nasional Indonesia.

    Tanggal 20 Mei sebenarnya merupakan hari lahir organisasi pemuda Boedi Oetomo, 37 tahun sebelum Indonesia merdeka. Organisasi yang didirikan Soetomo bersama sembilan teman sekolah kedokterannya, di STOVIA ini kemudian dianggap sebagai titik mula lahirnya kebangkitan nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.