Mendagri Minta Tak Saling Menyalahkan dalam Menangani Covid-19

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi posko banjir di Perum Villa Jatirasa, Jati Asih Bekasi, didampingi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Jumat 3 Januari 2020. Tempo/Halida Bunga

    Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengunjungi posko banjir di Perum Villa Jatirasa, Jati Asih Bekasi, didampingi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Jumat 3 Januari 2020. Tempo/Halida Bunga

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh elemen tidak saling menyalahkan dalam memerangi pandemi Covid-19. Mendagri berujar, semua pihak, baik  pemerintah pusat maupun daerah, mesti saling belajar dari pengalaman negara lain apa kelebihan yang bisa diambil dan kekurangan yang bisa dipelajari.

    "Ada dua hal yang ingin saya sampaikan, tekankan, dalam konteks saya menyampaikan pandemi terluas di dunia dan wabah terluas di Indonesia. Artinya apa? Ini barang baru, sesuatu yang baru bagi dunia, maka tidak ada negara yang betul-betul siap menghadapi ini," kata Mendagri di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.

    Semua negara yang terjangkit Covid-19, menurut Tito, saling belajar. Bahkan negara yang paling jago seperti Amerika Serikat, Italia, Spanyol, Inggris, Jerman atau Prancis juga jadi korban.Tidak hanya itu, korban yang terjangkit wabah dan yang meninggal di negara-negara tersebut jauh lebih banyak daripada di Indonesia.

    "Belajar satu sama lain dari keberhasilan dan juga dari kegagalan, karena semua mencari format. Dan yang kedua, karena ini wabah terluas dalam sejarah Indonesia modern semenjak 1945, semua provinsi saling belajar satu sama lain," katanya.

    Mendagri mengingatkan bahwa krisis kesehatan akibat Covid-19 bisa mengarah kepada krisis multidimensi, bisa menjadi krisis kemanusiaan karena banyak yang meninggal, dan juga berdampak pada krisis keuangan.

    "Kita tahu karena pembatasan-pembatasan yang terjadi, hotel-hotel, pariwisata, pabrik-pabrik tutup. Semua kegiatan melamban, memberikan pukulan ke semua negara, pertumbuhan ekonomi semua jatuh, bahkan sudah ada yang minus. Kita masih dua koma sekian per hari ini," ujarnya lagi.

    Sektor keuangan, tutur Tito, ikut terkena pukulan berat karena pendapatan negara berkurang drastis. Pendapatan lebih kecil sementara belanja besar, akibatnya defisit tak bisa dihindari. Karena itu, menurut Mendagri, perlu kekompakan, saling bekerja sama dalam menangani pandemi Covid-19, sehingga Indonesia bisa kembali pulih dan sektor-sektor lainnya ikut membaik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.