Ketua MPR Sebut Din Syamsuddin Keliru Menilai Konser Amal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR Bambang Soesatyo, didampingi Wakil Ketua MPR Asrul Sani (kiri) dan Ahmad Basarah, menjawab pertanyaan awak media seusai melakukan melakukan pertemuan silaturahmi dengan pimpinan KPK, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua MPR Bambang Soesatyo, didampingi Wakil Ketua MPR Asrul Sani (kiri) dan Ahmad Basarah, menjawab pertanyaan awak media seusai melakukan melakukan pertemuan silaturahmi dengan pimpinan KPK, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menanggapi kritikan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin terkait gelaran konser amal 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo. Bamsoet, sapaan Bambang, berpendapat Din salah menilai konser tersebut.

    "Pak Din keliru menilai. Kegiatan konser virtual tanpa penonton 'Berbagi Kasih Bersama Bimbo' itu justru harus diapresiasi," kata Bamsoet melalui pesan singkat, Selasa, 19 Mei 2020.

    Bamsoet beralasan, semua yang terlibat dalam konser itu, mulai dari kru hingga Bimbo, bekerja tanpa pamrih. Begitu pula para seniman dan pekerja seni lainnya. Bamsoet menyebut, mereka bahkan merelakan karya seninya untuk dilelang.

    Beberapa karya seni yang dilelang di antaranya beberapa lukisan dan jaket. Seluruh hasil lelang senilai ratusan juta, kata Bamsoet, didonasikan untuk pekerja seni lain yang lebih membutuhkan.

    "Saya mendukung acara tersebut, karena dalam situasi ini yang penting berbuat. Setiap orang bisa mengambil peran masing-masing untuk meringankan masyarakat kita yang terdampak," kata politikus Golkar ini.

    Meski begitu, Bamsoet meminta maaf karena telah berfoto bersama Bimbo dan kru stasiun televisi tanpa menerapkan physical distancing. Ia mengaku tak bisa menolak permintaan spontan dari kru televisi.

    Din Syamsuddin sebelumnya menilai pemerintah telah bergembira di atas penderitaan rakyat karena menggelar konser tersebut. Padahal, kata dia, situasi saat ini banyak masyarakat yang mengalami kesulitan karena menganggur dan bantuan sembako tidak terbagi rata.

    "Mengapa pada saat demikian pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat," kata Din dalam keterangan tertulis, Selasa 19 Mei 2020.

    Konser amal, kata dia, justru tidak mengindahkan anjuran pemerintah sendiri. Menurut Din, dalam kondisi pandemi lebih baik meningkatkan doa dan munajat kepada Tuhan.

    Ia pun meminta agar pemerintah konsisten dengan peraturannya sendiri tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Yakni dengan tidak mengizinkan kegiatan yang mendorong orang-orang untuk berkerumun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.