Menag Minta Calon Jamaah Haji 2020 Tunggu Kepastian Hingga 1 Juni

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan jemaah melaksanakan tawaf di Masjidil Haram,  Mekkah, Rabu (18/11). Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi menetapkan tanggal satu  Dzulhijah jatuh  pada Rabu (18/11) sehingga Wukuf Arafah jatuh pada 26 November 2009. ANTARA/Maha Eka Swasta

    Ribuan jemaah melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Mekkah, Rabu (18/11). Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi menetapkan tanggal satu Dzulhijah jatuh pada Rabu (18/11) sehingga Wukuf Arafah jatuh pada 26 November 2009. ANTARA/Maha Eka Swasta

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi meminta calon jamaah haji 2020 bersabar menunggu keputusan pemerintah ihwal rencana keberangkatan mereka. Fachrul mengatakan, pemerintah masih menunggu pengumuman dari Arab Saudi hingga Juni mendatang.

    “Sesuai petunjuk Presiden setelah bicara dengan Raja Salman (Raja Arab Saudi), 1 Juni mudah-mudahan sudah ada kepastian,” ujar Fachrul via telekonferensi, Selasa, 19 Mei 2020.

    Kementerian Agama sudah menyiapkan tiga alternatif kebijakan terkait haji 2020, yakni; jamaah berangkat semua, jamaah berangkat sebagian, atau gagal berangkat semua.

    Fachrul mengatakan, sebelumnya dia sudah memberi tenggat waktu hingga 20 Mei besok kepada pemerintah Arab Saudi untuk memberi keterangan, sebelum memutuskan salah satu dari tiga alternatif kebijakan itu. 

    Namun setelah ada pembicaraan antara Presiden Jokowi dan Raja Salman, tenggat waktu mundur menjadi 1 Juni. “Jadi, kita tunggu arahan presiden saja,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.