Bantu Tangani Corona, Jokowi Ucapkan Terima Kasih ke Ormas Islam

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersiap meninjau penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu 13 Mei 2020. Presiden mengecek penyaluran BST kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Bogor dan berharap dengan adanya bantuan sosial ini bisa memperkuat daya beli masyarakat hingga nanti konsumsi domestik Indonesia menjadi normal kembali. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Presiden Joko Widodo bersiap meninjau penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu 13 Mei 2020. Presiden mengecek penyaluran BST kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Bogor dan berharap dengan adanya bantuan sosial ini bisa memperkuat daya beli masyarakat hingga nanti konsumsi domestik Indonesia menjadi normal kembali. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Organisasi Kemasyarakatan atau Ormas Islam yang telah mendukung dan membantu pemerintah dalam menangani Covid-19.

    “Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada MUI, PBNU, PP Muhamadiyah dan ormas Islam lainnya yang mendukung dan membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19, termasuk mendukung pemerintah dalam rangka larangan mudik,” ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas dari Istana Merdekan via telekonferensi, Selasa, 19 Mei 2020.

    Jokowi juga menyatakan apresiasinya atas fatwa MUI dan imbauan yang dikeluarkan Ormas Islam terkait peribadatan dan amaliyah selama pandemi Covid-19.

    “Saya juga sangat terbantu dengan aksi solidaritas Ormas Islam dan umat lainya untuk membantu masyarakat yang terkena Covid-19. Semoga gerakan ini semakin meluas,” ujar Jokowi.

    Sebelumnya, para tokoh Ormas Islam mengkritik kebijakan pemerintah soal rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas mengatakan, percuma lembaganya mengeluarkan fatwa larangan mudik dan mengimbau masyarakat beribadah di rumah, jika pemerintah tidak tegas menegakkan aturan di tempat lain.

    “Mengapa pemerintah tidak keras juga dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, di bandara, di kantor-kantor dan di pabrik-pabrik serta di tempat lainnya?” ujar Anwar lewat keterangan tertulis pada Ahad, 17 Mei 2020.

    Ketua Dewan Pertimbangan MUI dan Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin juga meminta pemerintah konsisten menerapkan aturan PSSB.

    "Peraturan tersebut perlu dilaksanakan secara berkeadilan, jangan melarang umat Islam salat jemaah di masjid tapi mengizinkan orang banyak menumpuk di bandara dan tempat keramaian lain," kata Din dalam keterangan resminya, Selasa, 19 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.