Penyajian Data OPD - PDP Diubah, Epidemiolog: Harusnya Sejak Dulu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas yang mengenakan APD lengkap menyemprot warga dengan disinfektan sebelum mengikuti rapid test virus Corona di Puskesmas Pengasinan, Depok, Jawa Barat, 27 Maret 2020. Rapid test itu diperuntukkan bagi PDP yang isolasi mandiri, ODP dan petugas media yang kontak erat dengan pasien positif Corona yang tidak dilengkapi dengan APD lengkap. TEMPO/Nurdiansah

    Petugas yang mengenakan APD lengkap menyemprot warga dengan disinfektan sebelum mengikuti rapid test virus Corona di Puskesmas Pengasinan, Depok, Jawa Barat, 27 Maret 2020. Rapid test itu diperuntukkan bagi PDP yang isolasi mandiri, ODP dan petugas media yang kontak erat dengan pasien positif Corona yang tidak dilengkapi dengan APD lengkap. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, menilai langkah pemerintah mengubah cara penyajian data jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 sudah tepat.

    Pemerintah kini hanya menyajikan jumlah ODP dan PDP yang masih diawasi, bukan menyajikan angka kumulatif atau total keseluruhan jumlah ODP dan PDP.

    “Penyajian ini adalah penyajian yang benar. Harusnya sejak awal cara pelaporannya seperti ini,” ujar Syahrizal saat dihubungi Tempo pada Selasa, 19 Mei 2020.

    Syahrizal kerap mengkritik pemerintah yang menyajikan angka kumulatif ODP dan PDP, sebab tidak menggambarkan situasi sesungguhnya di lapangan.

    Dengan penyajian data baru ini, kata dia, masyarakat bisa dengan jelas mengetahui berapa beban pemeriksaan spesimen. “Jadi lebih mudah mengetahui hasil penelusuran kontak dan gambaran pergerakan transmisi lokal di masyarakat,” ujar dia.

    Berdasarkan laporan yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto per 18 Mei 2020, jumlah ODP seluruh Indonesia adalah 45.047 orang, sementara PDP berjumlah 11.422.

    Sehari sebelumnya, 17 Mei 2020, pemerintah melaporkan total akumulasi ada 270.876 orang berstatus ODP. Sedangkan PDP berjumlah 35.800 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.