Jokowi: Saya Berduka atas Kepergian Dokter dan Tenaga Medis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter dan tenaga medis memastikan kenyamanan dan keamanan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memasuki ruang isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    Dokter dan tenaga medis memastikan kenyamanan dan keamanan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum memasuki ruang isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Dokter dan tenaga medis harus dipastikan keamanan APD, mulai dari memakai hingga melepas melalui prosedur yang ketat untuk menghindari tertular virus Covid-19, selain itu petugas medis juga memerlukan usaha yang besar karena harus menahan panas hingga buang air kecil selama kurang lebih 8 jam lamanya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya semua tenaga medis yang berjuang menghadapi Covid-19.

    "Saya sungguh-sungguh berduka cita yang dalam untuk kepergian Ari, dokter dan tenaga medis lain, serta orang-orang yang berada di garis terdepan penanganan pandemi Covid-19 yang telah menjadi korban penularan virus ini," kata Jokowi lewat akun Instagram resminya pada Selasa, 19 Mei 2020.

    Presiden berdoa agar mereka semua mendapatkan pahala yang setimpal di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran. 

    Ia pun secara khusus mengucapkan duka cita atas meninggalnya Perawat RS Royal Surabaya Ari Puspita Sari. Ari meninggal dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tak pernah merawat pasien Covid-19.

    "Saya mendengar kabar duka tentang berpulangnya Ibu Ari Puspita Sari, seorang perawat di Rumah Sakit Royal Surabaya bersama janin yang dikandungnya. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun," ujar Jokowi.

    Juru Bicara Covid-19 RS Royal Surabaya Dewa Nyoman Sutanaya mengatakan Ari Puspita bukanlah perawat yang bertugas menangani kasus Corona. Sebab, yang bersangkutan sedang hamil.

    Pihak RS Royal mengaku tidak mengetahui secara pasti Ari Puspita Sari tertular Covid-19 dari mana.

    "Dugaan awal terpapar, bermacam-macam. Dari rumah bisa, risiko kerjaan bisa, kami tidak bisa menduga-duga. Nanti tracing-nya biarkan teman-teman Dinas Kesehatan Kalau kami yang menduga terkena dari mana masih terlalu luas," kata Dewa, Senin, 18 Mei 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.