Peneliti Eijkman Minta Pemerintah Buka Data Uji PCR ODP dan PDP

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjalan ke arah mobil ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, Kementerian Kesehatan menyatakan hingga Kamis 5 Maret ini ada 156 pasien dalam pengawasan virus corona yang tersebar di 35 rumah sakit di 23 provinsi. ANTARA

    Petugas berjalan ke arah mobil ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis, Kementerian Kesehatan menyatakan hingga Kamis 5 Maret ini ada 156 pasien dalam pengawasan virus corona yang tersebar di 35 rumah sakit di 23 provinsi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU), Iqbal Elyazar, meminta pemerintah terbuka soal data uji sampel untuk mereka yang menyandang status orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

    Status ini sedang menjadi perbincangan karena pemerintah mengubah penyajian data keduanya. Jika sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyajikan data akumulasi kedua kategori ini, mulai sekarang mereka hanya menampilkan ODP dan PDP yang sedang diawasi.

    Akibatnya, angka pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan menyusut tajam. Menurut data akumulasi pada 17 Mei 2020, jumlah ODP sebanyak 270.876 dan PDP 35.800 orang. Sementara itu, dengan model baru pelaporan jumlah tersebut menyusut menjadi 45.047 ODP dan 11.422 PDP.

    Iqbal menuturkan perubahan data ini sebenarnya tak masalah. "Namun perlu informasi berapa banyak yang sudah diambil sampel PCR-nya dari kategori tersebut," kata Iqbal pada Senin, 18 Mei 2020.

    Berdasarkan Pedoman Penanganan Covid-19 yang diterbitkan Gugus Tugas, baik PDP atau ODP harus menjalani tes rapid test antibodi terlebih dahulu. Jika hasil tes cepat negatif maka kedua kategori ini mesti isolasi mandiri.

    Sepuluh hari kemudian, tim kesehatan akan melakukan rapid test antibodi ulang. Jika hasilnya positif maka baik ODP atau PDP harus menjalani tes PCR selama dua hari berturut-turut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.