Waka MPR Minta Pelonggaran PSBB Setelah Kurva Covid-19 Menurun

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lestari Moerdijat usai menghadiri Rapat Gabungan Pimpinan MPR bersama para Pimpinan Fraksi dan Kelompok DPD di Ruang Rapat GBHN, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Lestari Moerdijat usai menghadiri Rapat Gabungan Pimpinan MPR bersama para Pimpinan Fraksi dan Kelompok DPD di Ruang Rapat GBHN, Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta skenario pelonggaran kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) harus dilakukan sesudah terlewati puncak wabah Covid-19 di Indonesia.

    "Saya melihat di sejumlah pemberitaan banyak pihak sudah merencanakan tata kehidupan baru yang mengarah pada pelonggaran kebijakan setelah Idul Fitri," kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2020, seperti dikutip Antara.

    Menurut Rerie, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan negara yang bersiap melonggarkan kebijakan harus terlebih dulu mampu mengendalikan wabah, berdasarkan data epidemiologi yang terukur.

    Persyaratan lain dari WHO adalah negara tersebut harus bisa mengidentifikasi pusat penularan dan klasternya, lalu mengisolasi kontak berisiko.

    "Pertanyaannya, apakah negara kita sudah memenuhi persyaratan itu semua, di kala kasus positif Covid-19 terus bertambah?"

    Politikus Partai NasDem itu menjelaskan kenaikan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia masih fluktuatif.

    Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, pada 13 Mei 2020 terjadi penambahan tertinggi jumlah pasien, yakni 689 orang.

    "Pada rentang waktu 14-17 Mei 2020 pertambahannya fluktuatif, antara 400 hingga 560 orang per hari," kata Rerie.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.