Pakar Komunikasi Kritik Lagu Tidak Mudik ala Menteri Jokowi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil untuk mudik. dok.TEMPO

    Ilustrasi mobil untuk mudik. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri-menteri Presiden Jokowi masih terus menyanyikan lagu imbauan kepada masyarakat agar tidak mudik.

    Pakar komunikasi dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai lagu tersebut tidak terlalu efektif mengajak masyarakat tidak mudik.

    “Saya melihat ada suatu kontradiksi,” kata Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner ini saat dihubungi di Jakarta pada Senin malam, 18 Mei 2020.

    Emrus menerangkan bahwa selama ini para menteri Jokowi kerap saling berbeda pendapat soal larangan mudik. Lalu dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba muncul lagu dari menteri yang kompak mengimbau agar tidak mudik.

    “Jadi ini tidak berpengaruh ke masyarakat."

    Awalnya, lagu berjudul Ra 'Mudik Ra Popo' dinyanyikan duo pejabat kepala KSP Moeldoko dan Ketua Wantimpres Wiranto. Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sempat akan ikut bernyanyi.

    Setelah itu, muncul lagi nyanyian tidak mudik dengan formasi yang lebih lengkap dari menteri-menteri Jokowi lainnya.

    Video klip lagu ini salah satunya diunggah oleh akun Twitter resmi Kementerian Ketenagakerjaan @KemnakerRI.

    Menurut Emrus, imbauan berupa lagu sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja, itu bagus jika memang berasal dari inisiatif pemerintah sendiri, bukan ajakan dari pihak lain.

    Yang terjadi, dia melanjutkan, menteri-menteri yang menyanyikan lagu tersebut belum tentu menjadi role model yang diikuti oleh masyarakat.

    Jika menteri tersebut bukan panutan di masyarakat, terutama dalam hal perilaku, maka Emrus menilai imbauan semacam itu tidak akan efektif.

    Dia menyarakan perbaikan komunikasi Pemerintah, salah satunya memperbaiki manajemen komunikasi selama wabah Covid-19.

    “Aalangkah baiknya kalau keduanya linier."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.