Cara Hitung Diubah, Jumlah ODP dan PDP Covid-19 Turun Drastis

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan APD ketika berada di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan khusus pasien COVID-19 Martha Friska di Medan, Sumatera Utara, Kamis, 2 April 2020. Kabar gembira tersebut disampaikan Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pada tayangan update situasi pda Kamis sore, 16 April 2020. ANTARA/Septianda Perdana

    Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan APD ketika berada di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan khusus pasien COVID-19 Martha Friska di Medan, Sumatera Utara, Kamis, 2 April 2020. Kabar gembira tersebut disampaikan Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pada tayangan update situasi pda Kamis sore, 16 April 2020. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengubah cara menghitung laporan jumlah Orang Dalam Pemantauan dan Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 mulai Senin, 18 Mei 2020. Berdasarkan laporan hari ini, jumlah ODP seluruh Indonesia adalah 45.047 orang, sementara PDP berjumlah 11.422.

    Sehari sebelumnya, 17 Mei 2020, pemerintah melaporkan ada 270.876 orang berstatus ODP. Sedangkan PDP berjumlah 35.800 orang.

    Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan pemerintah kini hanya menghitung jumlah ODP dan PDP yang masih dipantau hari ini.

    "Kami memperbarui update data kasus ODP, kami hanya melaporkan kasus ODP seluruh Indonesia yang sedang kami pantau hari ini, yaitu sebanyak 45.047; sementara kasus PDP yang masih kita awasi hingga hari ini 11.422 orang,” kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.

    Adapun pasien positif Covid-19 bertambah sebanyak 496 orang menjadi 18.010 kasus positif, 4.324 pasien sembuh, dan kematian menjadi 1.191 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.