Polda Jateng Ikut Selidiki Kasus Dugaan Perbudakan ABK WNI

Reporter

Andita Rahma

Editor

Amirullah

Minggu, 17 Mei 2020 17:33 WIB

Potongan gambar dari video kru kapal nelayan Cina yang membuang jenazah ABK Indonesia ke laut.[YouTube MBCNEWS]

TEMPO.CO, Jakarta - Polri kembali menemukan adanya kasus perbudakan berupa penganiayaan dan kekerasan fisik terhadap anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal milik Cina, yakni Luqing Yuan Yu 623. Namun, pengusutan kasus itu akan dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

"Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang akan mulai penyelidikan dengan asistensi Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Badan Reserse Kriminal Polri," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo melalui pesan teks pada Ahad, 17 Mei 2020.

Dugaan perbudakan ini awalnya diinformasikan melalui National Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia. ABK bernama Herdianto itu diduga tewas setelah mendapat kekerasan fisik. Jenazahnya kemudian dilarung ke laut Somalia.

"Sebelum meninggal, Herdianto terindikasi mengalami penganiayaan, tindakan kekerasan fisik (pukulan dan tendangan dengan menggunakan pipa besi, botol kaca dan setrum)," ujar M Abdi Suhufan dari National Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 17 Mei 2020.

Abdi mengatakan, kekerasan fisik terhadap Herdianto mengarah kepada indikasi kerja paksa. Akibatnya, Herdianto lumpuh hingga akhirnya meninggal dunia. "Pada saat kejadian meninggalnya Herdianto, para ABK meminta kembali ke ke darat tapi tidak diizinkan nakhoda dan tetap menangkap ikan."

Praktik perbudakan dan kekerasan yang dialami Herdianto itu viral di media sosial setelah video pembuangan jenazahnya beredar pada Sabtu, 16 Mei 2020. Dalam video yang terbagi menjadi beberapa bagian itu, terlihat juga kondisi ABK yang diduga Herdianto lumpuh hingga harus dibantu 3 rekan ABK lain untuk berdiri.

Dalam cuplikan video yang lain, Herdianto tampak sudah tidak bernyawa dan jenazahnya dibungkus dengan kain berwarna oranye. Di video selanjutnya, jenazah dilempar ke laut oleh 4 ABK lainnya. Salah satu ABK mengucapkan sebuah kalimat dengan logat Jawa. "Ngapung… wo… ngapung," ujar dia.

Atas dasar temuan itu, DFW-Indonesia mendesak pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, BP2MI dan Kementerian Tenaga Kerja saling bekerjasama untuk mengusut agen yang mengirimkan ABK Indonesia dan dipekerjakan di kapal Luqing Yuan Yu 623. Mereka juga meminta pemerintah Indonesia melakukan moratorium pengiriman ABK Indonesia ke kapal Cina.

“Kementerian Luar Negeri harus segera berkoordinasi dan meminta keterangan pemerintah Cina atas kasus yang dialami ABK Herdianto yang sakit dan meninggal di kapal Luqing Yuan Yu 623 dan dilarung di laut Somalia," ujar Abdi.






Sinergitas Polri Tangani Narkotika di Tanah Air

1 jam lalu

Sinergitas Polri Tangani Narkotika di Tanah Air

Polisi memiliki wewenang untuk melakukan penegakan hukum sebagaimana diatur dalam KUHAP Pasal 1 ayat (1) dan pasal 81 UU Narkotika.


Profil Kombes Nurul Azizah Asal Banyubiru, Polwan Pertama Jadi Jubir Polri

3 jam lalu

Profil Kombes Nurul Azizah Asal Banyubiru, Polwan Pertama Jadi Jubir Polri

Kapolri Listyo Sigit Prabowo tempatkan kepada Kombes Nurul Azizah sebagai Kabag Penum Divisi Humas Polri . Ia polwan pertama menjadi jubir Polri.


KKB Papua Diduga Tembak Warga di Deiyai, Mabes Polri: Gakkum Tetap Dilakukan

7 jam lalu

KKB Papua Diduga Tembak Warga di Deiyai, Mabes Polri: Gakkum Tetap Dilakukan

KKB Papua diduga menembak mati seorang warga sipil yang sedang berolahraga di Aula DPRD Deiyai, Papua


Terkini Bisnis: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Harga Telur Rp 30 Ribu

9 jam lalu

Terkini Bisnis: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Harga Telur Rp 30 Ribu

Kecelakaan beruntun di Tol Cipularang bermula dari rem bus yang blong.


7 ABK RI Melarikan Diri dari Kapal Korea dengan Cara Berenang, 1 Meninggal

9 jam lalu

7 ABK RI Melarikan Diri dari Kapal Korea dengan Cara Berenang, 1 Meninggal

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Ketenagakerjaan Chairul Fadli Harahap mengatakan pemerintah mendampingi anak buang kapal (ABK) asal Indonesia yang melarikan diri dari kapal berbendera Korea.


Kejaksaan Minta Bareskrim Lengkapi Data Kerugian Korban Koperasi Indosurya

23 jam lalu

Kejaksaan Minta Bareskrim Lengkapi Data Kerugian Korban Koperasi Indosurya

Syarat yang diminta salah satunya adalah mengenai jumlah korban dan total kerugian para korban Koperasi Indosurya.


Bos Indosurya Dibebaskan, IPW Desak Mahfud Md Turun Tangan

1 hari lalu

Bos Indosurya Dibebaskan, IPW Desak Mahfud Md Turun Tangan

Bos Indosurya Henry Surya bebas dari Rutan Bareskrim Polri pada Jumat malam, 24 Juni 2022. Berkas perkaranya belum rampung, masa penahanannya habis.


Bareskrim Bebaskan Bos Indosurya, Kejaksaan Agung Angkat Suara

1 hari lalu

Bareskrim Bebaskan Bos Indosurya, Kejaksaan Agung Angkat Suara

Bos KSP Indosurya Henry Surya dikeluarkan dari sel. Masa penahanannya habis, sementara berkas perkara belum rampung.


Kasus Indra Kenz Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

2 hari lalu

Kasus Indra Kenz Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Kejaksaan Agung telah menerima penyerahan tanggung jawab tersangka Indra Kenz beserta barang bukti dari Bareskrim Polri.


Kuasa Hukum Korban DNA Pro Bantah Rendahkan Profesi Tukang Ojek

2 hari lalu

Kuasa Hukum Korban DNA Pro Bantah Rendahkan Profesi Tukang Ojek

Bayu Wicaksono, kuasa hukum korban penipuan investasi DNA Pro, mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan dirinya merendahkan profesi tukang ojek.