239 orang Terindikasi Covid-19 Diisolasi di Asrama Haji Surabaya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) kepada warga yang terjaring razia pembatasan aktivitas malam hari di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Ahad dini hari, 3 Mei 2020. Sebanyak 171 orang di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo menjalani rapid test COVID-19 serta pemeriksaan lebih lanjut setelah terjaring razia yang digelar oleh pihak kepolisian tersebut. ANTARA/Didik Suhartono

    Petugas melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) kepada warga yang terjaring razia pembatasan aktivitas malam hari di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Ahad dini hari, 3 Mei 2020. Sebanyak 171 orang di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo menjalani rapid test COVID-19 serta pemeriksaan lebih lanjut setelah terjaring razia yang digelar oleh pihak kepolisian tersebut. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Surabaya - Sebanyak 239 warga Kota Surabaya yang dinyatakan terindikasi terpapar virus COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat mulai menempati Asrama Haji Surabaya. "Sesuai rencana yang masuk ke Asrama Haji sebanyak 239 orang. Semuanya sudah dipersiapkan dengan matang," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya Irvan Widyanto di Surabaya, Ahad, 17 Mei 2020.

    Menurut Irvan, Hotel Asrama Haji Surabaya mampu menampung 375 orang dan setiap kamarnya sudah dilengkapi perlengkapan mandi, masker, dan cairan pembersih tangan. "Kami juga persiapkan kamar untuk satu keluarga. Maksimal satu keluarga itu lima orang dalam satu kamar."

    Asrama Haji Surabaya, menurut dia, juga memiliki ruang perawatan medis dan peralatan pendukungnya serta area bermain untuk anak-anak. Dokter dan perawat disiagakan di fasilitas yang difungsikan sebagai tempat karantina itu.

    Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Surabaya Sugianto sebelumnya mengatakan ada dua gedung dengan masing-masing 24 kamar yang disiapkan sebagai fasilitas karantina bagi warga Kota Surabaya yang dinyatakan terindikasi terserang COVID-19.

    Warga yang menjalani karantina di fasilitas itu akan dipantau dan mereka tidak diperbolehkan meninggalkan asrama sebelum menyelesaikan masa karantina. "Mereka tak boleh meninggalkan jauh dari area gedung, karena akses ke gedung ini ada pagarnya.” Mereka juga akan diberi makan tiga kali sehari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.