Kepala BKP Kementan: Pekarangan Pangan untuk Kemandirian Pangan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengembangkan kegiatan Pertanian Keluarga, Pekarangan Pangan Lestari (PPL) dan Lumbung Pangan Masyarakat,

    Pengembangkan kegiatan Pertanian Keluarga, Pekarangan Pangan Lestari (PPL) dan Lumbung Pangan Masyarakat,

    INFO NASIONAL  Pandemi Covid-19 tak dapat dipungkiri telah mengubah gaya hidup masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Hal tersebut dikhawatirkan berpengaruh terhadap kelancaran distribusi pangan yang dapat mengganggu ketahanan pangan hingga di tingkat rumah tangga.

    Mengutip pernyataan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi terkait hal itu, dia menyebut bahwa ketahanan pangan harus dibangun melalui kemandirian dan kedaulatan pangan, yang mampu memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

    ”Seringkali disampaikan Pak Mentan, Syahrul Yasin Limpo bahwa tidak boleh 267 juta penduduk Indonesia yang mengalami kelaparan. Artinya, kita harus menjamin bahwa setiap individu harus hidup sehat aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kita harus bangun ketahanan pangan kita berdasarkan kemandirian dan kedaulatan pangan,” ujar Agung dalam diskusi online bersama petani dan penyuluh seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, pada Jumat, 15 Mei 2020.

    Dijelaskan Agung bahwa Kementan telah mengembangkan kegiatan Pertanian Keluarga, Pekarangan Pangan Lestari (PPL) dan Lumbung Pangan Masyarakat.

    “Saya titip tiga kegiatan ini, tolong dikawal Kostratani, Kostrada dan Kostrawil. Penyuluh itu banyak berperan, mulai dari tiap kegiatan harus dikawal pelaksanaannya,” ujarnya. 

    Menurut Agung, pendekatan pertanian keluarga yang terpenting adalah komitmen pemerintah daerah, keterlibatan pemuda dan kesetaraan gender dan penyediaan pendidikan vokasi, pelatihan, pendampingan dan penerapan teknologi. Selain itu, penguatan akses keluarga petani terhadap permodalan, sarana produksi dan asuransi usaha tani.

    Yang tidak kalah penting adalah pengembangan budidaya pangan yang beragam, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian untuk keberlanjutan usaha tani dan menjaga biodiversitas.

    “Dan ini tentu sangat erat kaitannya dengan kawan kawan di Polbangtan, gunakan Pertanian Keluarga ini sebagai media vokasi,” ujar Agung.

    Dia meyakini jika kegiatan P2L dan pertanian keluarga ini terus dioptimalkan dan dikembangkan, maka ketahanan pangan di Indonesia akan terus berkelanjutan.

    “Kegiatan ini akan memicu mereka untuk mandiri dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangannya, bahkan dapat menambah pendapatan sehingga ini bisa berkelanjutan, mereka akan terus menanam untuk menjadi sumber pendapatan ekonomi mereka, itu yang penting,” ujarnya.

    Tahun ini, sasaran P2L adalah 3.876 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, dan saat ini dana bantuan pemerintah sudah masuk ke rekening kelompok. “Transfer dananya sudah terlaksana ke kelompok. Tinggal realisasi fisiknya. Sedangkan, Pertanian Keluarga yang tadi itu kita scaling up dari P2L ini,” ujarnya.

    Agung menaruh harapan besar kepada Penyuluh Pertanian/Kostratani untuk turut mengawal kegiatan ini di lapangan agar terus berkelanjutan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.