Sempat Mau Libur Terima Sampel Covid, BBTKLPP: Lab Overcapacity

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Senin, 27 April 2020. Tes ini dilakukan secara acak kepada petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line untuk mendeteksi kemungkinan penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA/Arif Firmansyah

    Petugas medis mengambil sampel petugas PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) saat tes swab di Stasiun Bogor, Senin, 27 April 2020. Tes ini dilakukan secara acak kepada petugas PT KCI dan penumpang KRL Commuter Line untuk mendeteksi kemungkinan penyebaran virus Corona (COVID-19) di moda transportasi KRL Commuter Line. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jakarta, Kementerian Kesehatan Naning Nugrahini mengatakan lembaganya tidak menghentikan tes sampel Covid selama Idul Fitri 2020. Ia mengatakan hanya berencana untuk menghentikan sementara penerimaan sampel Covid-19 selama 6 hari.

    Menurut Naning, keputusan itu diambil karena BBTKLPP kebanjiran sampel melebihi kemampuan tes per hari. “Di balik itu ada ceritanya, kami menerima spesimen melebihi kapasitas, sehingga sampelnya menumpuk,” kata Naning saat dihubungi, Sabtu, 16 Mei 2020.

    Naning mengatakan pada April 2020 kantornya menerima spesimen Covid-19 hingga 500 per harinya. Jumlahnya melonjak sejak Mei 2020 menjadi 600 sampel per hari. Sementara, lembaganya memiliki 6 mesin yang mampu melakukan tes Polymerase Chain Reaction terhadap 558 sampel setiap hari. Namun, setiap sampel yang akan diuji harus melalui proses ekstraksi. Ekstraksi saat ini masih dilakukan secara manual. Kapasitas ekstraksi BBTKLPP hanya berjumlah setengah dari kemampuan tes PCR, yakni 279 sampel setiap hari.

    Naning berencana menambah kapasitas ekstraksi dengan mendatangkan mesin baru, namun mesin itu baru akan datang pada Juni nanti. “Kemampuan ekstraksi kami baru 3X93 setiap harinya,”ujar mantan Kepala BBTKLPP Banjarbaru ini.

    Selain itu dengan berkurangnya jumlah sampel yang harus diuji, Naning berharap bisa memberikan sedikit kelonggaran kepada pegawainya untuk berkumpul bersama keluarga di hari pertama Idul Fitri. Sejak Covid-19 masuk ke Indonesia, kata dia, pegawainya bekerja selama 12 jam lebih setiap hari tanpa libur, mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 19.00. Ia berencana membolehkan pegawainya masuk pada pukul 10.00 di hari pertama Idul Fitri. Selebihnya, pegawainya akan bekerja seperti biasa.

    Karena alasan inilah Naning mengeluarkan surat pemberitahuan tertanggal 15 Mei 2020. Dalam surat itu, Naning menyatakan laboratoriumnya akan menghentikan penerimaan sampel sejak 20 Mei pada pukul 12.00 WIB. Penerimaan sampel akan dibuka kembali pada 26 Mei 2020.

    Meski berhenti menerima sampel, Naning memastikan laboratoriumnya akan tetap melakukan pengujian PCR kepada spesimen Covid-19 yang sudah diterima. Pengujian akan tetap dilakukan saat dua hari Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 24 dan 25 Mei 2020. Ia berharap dalam enam hari itu, laboratoriumnya bisa merampungkan pengetesan terhadap sampel yang menumpuk itu.

    “Sebenarnya hanya mengerem volume sampel saja, kan enggak mungkin aku ceritakan itu di surat,” kata dia. Saat ini, Naning berencana mencabut surat pemberitahuannya itu. Laboratorium BBTKLPP, kata dia, akan terus membuka penerimaan sampel selama 24 jam, termasuk pada hari Lebaran.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.