Ma'ruf Amin Ingatkan Rendahnya Tingkat Produktivitas Pekerja

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Maruf Amin ditemani sejumlah menteri dan kepala daerah menjawab pertanyaan wartawan di Pendopo Bupati Lebak, Banten, Kamis 30 Januari 2020. Maruf Amin menyebutkan pemulihan pascabencana longsor dan banjir bandang sudah dalam proses pelaksanaan seperti pembangunan 12 jembatan yang rusak, gedung sekolah, relokasi tempat korban bencana, dan kompensasi berupa uang tunai bagi korban yang ingin membangun kembali rumahnya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    Wakil Presiden Maruf Amin ditemani sejumlah menteri dan kepala daerah menjawab pertanyaan wartawan di Pendopo Bupati Lebak, Banten, Kamis 30 Januari 2020. Maruf Amin menyebutkan pemulihan pascabencana longsor dan banjir bandang sudah dalam proses pelaksanaan seperti pembangunan 12 jembatan yang rusak, gedung sekolah, relokasi tempat korban bencana, dan kompensasi berupa uang tunai bagi korban yang ingin membangun kembali rumahnya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti rendahnya tingkat produktivitas pekerja Indonesia dalam orasi ilmiah acara Dies Natalis ke-56 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui telekonferensi, Sabtu, 16 Mei 2020. Kampus turut bertanggungjawab dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang bisa meningkatkan produktivitas kerja.

    "Sayangnya, ketika berbicara produktivitas khususnya tenaga kerja, kita bukan yang terbaik di Asia," ujar Ma'ruf Amin via telekonferensi, Sabtu, 16 Mei 2020. Menilik laporan APO (Asian Productivity Organization) Productivity Databook 2019, posisi produktivitas pekerja Indonesia masih berada di peringkat 5 dari 10 negara ASEAN yang tergabung dalam APO.

    Ma'ruf menerangkan, produktivitas per pekerja Indonesia hanya berkisar US$ 26 ribu. Sedangkan, Singapura berada di peringkat pertama dengan produktivitas per pekerja sebesar US$142.300. "Kita juga masih terpaut jauh dengan Malaysia dengan produktivitas per pekerja sebesar US$ 60 ribu atau lebih dari dua kali lipat Indonesia," ujar Ma'ruf.

    Ma'ruf menyebut lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi, memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kapasitasnya SDM agar dapat berkompetisi secara global.

    Dalam perayaan Dies Natalis ke56 UNJ, Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa pelaksanaan dies natalis seharusnya tidak hanya dianggap sebagai selebrasi tahunan. Perayaan itu harus dimaknai dengan upaya refleksi dan evaluasi bagi sebuah perguruan tinggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.