Satgas Pangan Polri Sebut Ada Defisit Cadangan Gula dan Beras

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memeriksa beras di Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 18 Maret 2020. Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya beras. Foto: BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo memeriksa beras di Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, 18 Maret 2020. Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan utamanya beras. Foto: BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Pangan Polri mencatat ada tujuh provinsi yang mengalami kekurangan cadangan beras. Ketujuh provinsi itu adalah Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

    "Satgas Pangan Polri pun sudah berkomunikasi dengan intensif dengan para stakeholder di daerah untuk mempermudah dan melancarkan distribusi pasokan beras dari daerah produsen ke daerah defisit dengan cepat," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi pada Jumat, 15 Mei 2020.

    Kendati demikian, Ahmad mengatakan stok beras nasional diprediksi cukup hingga Idul Fitri. “Stok beras nasional sampai dengan 13 Mei, ada 1,4 juta ton di Perum Bulog yang dapat digunakan sebagai cadangan untuk pemenuhan kebutuhan jelang Lebaran," kata dia. Ia juga menjamin harga beras stabil menjelang Lebaran dengan harga rata-rata nasional Rp 10.912 per kilogram.

    Selain beras, Satgas Pangan juga menemukan adanya defisit cadangan gula sekitar 28.540 ton. Polri, kata Ahmad, bakal mengawasi jika kekurangan itu akan diisi melalui jalur impor. "Kami akan lakukan pengawasan importasi beserta distribusinya," kata Ahmad. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.