109 Napi Asimilasi Kembali Berulah, Didominasi Motif Ekonomi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga binaan menunjukkan surat pembebasan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19 di Lapas Kelas II B Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2020. Sebanyak 57 warga binaan di lapas tersebut dibebaskan dengan syarat berada di rumah selama masa asimilasi dan dipantau oleh balai pengawasan. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Sejumlah warga binaan menunjukkan surat pembebasan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19 di Lapas Kelas II B Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis, 2 April 2020. Sebanyak 57 warga binaan di lapas tersebut dibebaskan dengan syarat berada di rumah selama masa asimilasi dan dipantau oleh balai pengawasan. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri mencatat ada 109 narapidana asimilasi yang kembali melakukan kejahatan. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menuturkan, kebanyakan mereka berulah lantaran untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

    "Motif napi asimilasi yang kembali melakukan kejahatan umumnya didominasi faktor ekonomi, terutama pada kejahatan terhadap properti seperti pencurian," ujar Ahmad saat dikonfirmasi pada Jumat, 15 Mei 2020.

    Berdasarkan data kepolisian, untuk kasus pencurian sendiri, mencapai 71 kasus. Sedangkan sisanya adalah narkotika, penganiayaan serta pengeroyokan, pemerkosaan serta pencabulan, penipuan serta penggelapan, perjudian, pembunuhan, dan kasus senjata tajam.

    Sementara untuk rincian jumlah kasus dengan lima wilayah terbanyak; ada 15 kasus di Kepolisian Daerah Jawa Tengah, 14 kasus di Kepolisian Daerah Sumatera Utara, 11 kasus di Kepolisian Daerah Jawa Barat, 10 kasus di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, dan 9 kasus di Kepolisian Daerah Riau.

    Ahmad mengatakan jika dibandingkan total narapidana yang mendapat asimilasi yakni 38.822 orang, maka mereka yang kembali berulah tidak memberikan pengaruh signifikan pada jumlah kejahatan.

    "jika data tersebut dibanding dengan jumlah kejahatan secara keseluruhan sebanyak 15.322 pada total kriminalitas bulan April, maka jumlah kejahatan yang dilakukan oleh napi asimilasi hanya 0,7 persen, sehingga kejahatan oleh napi asimilasi tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada jumlah kejahatan," kata Ahmad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.