PSBB Lima Daerah di Riau Berlaku Hari ini Sampai Setelah Lebaran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga pasien memperhatikan tenaga medis dan penggali kubur yang mengenakan alat pelindung diri saat proses pemakaman keluarganya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud Palas di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa 28 April 2020. Pemerintah Indonesia menyatakan hingga 28 April pukul 12.00 WIB, jumlah kematian akibat COVID-19 mencapai 773 orang dari 9.511 kasus terkonfirmasi positif, sedangkan yang sembuh ada 1.254 orang. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Sejumlah keluarga pasien memperhatikan tenaga medis dan penggali kubur yang mengenakan alat pelindung diri saat proses pemakaman keluarganya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud Palas di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa 28 April 2020. Pemerintah Indonesia menyatakan hingga 28 April pukul 12.00 WIB, jumlah kematian akibat COVID-19 mencapai 773 orang dari 9.511 kasus terkonfirmasi positif, sedangkan yang sembuh ada 1.254 orang. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru- Gubernur Riau Syamsuar menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lima daerah di sana mulai berlaku hari ini hingga 28 Mei 2020, atau setelah Hari Raya Idul Fitri.

    “Kami meminta bupati dan wali kota mulai segera menyosialisasikan penerapan ini kepada masyarakat,” katanya dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Jumat, 15 Mei 2020.

    Menteri Kesehatan mengabulkan permintaan Gubernur Riau untuk pelaksanaan pembatasan sosial di lima daerah, yakni Kabupaten Kampar, Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Kota Dumai.

    Tujuan PSBB di lima daerah itu untuk mempercepat penanggulangan karena PSBB yang dilakukan sendiri di Kota Pekanbaru kurang efektif untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

    Ia mengatakan ada sektor usaha yang dikecualikan dalam pelaksanaan PSBB, antara lain kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, perkebunan dan industri pendukungnya, hutan tanaman industri dan industri pendukungnya, pelayanan dasar yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu dan kebutuhan sehari-hari.

    “Bupati wali kota dapat menambahkan kategori tempat atau fasilitas umum yang ditutup sementara dan diperbolehkan beroperasi dan menetapkan pengaturan teknis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.