Ridwan Kamil: 360 Ribu Pemudik Curi Start Masuk Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil memperkenalkan dua alat tes COVID-19 hasil penelitian Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Rapid Test 2.0 dan Surface Plasmon Resonance (SPR), di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatikan Unpad, Kota Bandung pada Kamis, 14 Mei 2020. (Foto: Pipin/Humas Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil memperkenalkan dua alat tes COVID-19 hasil penelitian Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Rapid Test 2.0 dan Surface Plasmon Resonance (SPR), di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatikan Unpad, Kota Bandung pada Kamis, 14 Mei 2020. (Foto: Pipin/Humas Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sudah ada 360 ribuan pemudik yang curi start dan berhasil masuk ke daerahnya. Hasil pemeriksaan dinas kesehatan, sejumlah pemudik positif Covid-19.

    Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan 200 ribu orang kembali ke Jawa Barat sebelum pemerintah pusat memberlakukan larangan mudik. Adapun 160 ribu orang lainnya datang setelah kebijakan itu keluar.

    Emil menjelaskan hasil tes acak yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menemukan ada pemudik yang positif Covid-19. "Pemudik yang dari luar negeri positif Covid-nya rata-rata 3 persen dari jumlah yang pulang. Kalau dari dalam negeri, Jakarta Raya, kami temukan rata-rata 1 persen positif," katanya dalam diskusi Mengamankan Lebaran di Tengah Pandemi di program Ngobrol @Tempo, Kamis, 14 Mei 2020.

    Emil menyayangkan sikap para pemudik yang nekat kembali ke kampung halamannya di tengah pandemi corona ini. Pasalnya tren pasien positif Covid-19 yang ada di rumah sakit di seluruh Jawa Barat sedang menurun.

    Ia berujar pasien di seluruh rumah sakit di Jawa Barat mengalami penurunan sejak pemberlakuan PSBB. Bila di akhir April pasien positif sekitar 450-an orang, sepekan ini turun menjadi 350-an pasien. "Kalau ditemukan positif baru, pasti dari kelompok OTG (orang tanpa gejala) dan datang dari para pemudik itu," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.