Selain Ikhtiar, Jokowi Ajak Masyarakat Berdoa Hadapi Pandemi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak masyarakat berdoa agar Indonesia juga dunia segera terbebas dari pandemi Covid-19 dan agar disingkirkan dari segala musibah.

    "Marilah kita bersama-sama tundukan kepala, merendahkan hati, kita memohon kepada Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, diberikan kesabaran menerima musibah ini dengan lapang dada, diberikan kekuatan agar kita semua bisa selamat dan melewati ujian yang diberikan oleh Allah SWT," kata Jokowi saat acara doa bersama pada Kamis, 14 Mei 2020.

    Jokowi menuturkan doa harus diiringi dengan usaha. Dengan cara melindungi diri sendiri, melindungi keluarga masing-masing, melindungi saudara-saudara di sekitar, dan secara umum melindung bangsa dari penyebaran virus ini. Ia mengingatkan bahwa untuk bisa selamat, masyarakat harus berdisiplin.

    Mulai dari disipin dalam menjaga kesehatan, disiplin dalam meningkatkan imunitas, disiplin untuk cuci tangan memakai sabun, disiplin untuk menjaga jarak aman, disiplin memakai masker, disiplin untuk tidak mudik, disiplin bekerja dari rumah, disiplin sekolah, dan juga disiplin beribadah dari rumah.

    Jokowi juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menghilangkan rasa cemas terhadap pandemi Covid, menjauhkan diri dari ketakutan yang berlebihan, hidupkan optimisme, membangkitkan empati, dan tumbuhkan solidaritas sosial.

    "Mari kita hadapi cobaan ini dengan tenang dan sabar. Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan," kata Presiden.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.