Jokowi: Hadapi Wabah dengan Tenang, Panik adalah Separuh Penyakit

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersiap meninjau penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu 13 Mei 2020. Presiden mengecek penyaluran BST kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Bogor dan berharap dengan adanya bantuan sosial ini bisa memperkuat daya beli masyarakat hingga nanti konsumsi domestik Indonesia menjadi normal kembali. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Presiden Joko Widodo bersiap meninjau penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu 13 Mei 2020. Presiden mengecek penyaluran BST kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Bogor dan berharap dengan adanya bantuan sosial ini bisa memperkuat daya beli masyarakat hingga nanti konsumsi domestik Indonesia menjadi normal kembali. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat tak khawatir berlebihan dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tengah menyerang Indonesia. Ia mengatakan seluruh masyarakat Indonesia harus bisa bangkit bersama menghadapi situasi ini.

    "Dalam kesulitan ini kita tidak boleh pesimis, tidak boleh putus asa, kita semuanya wajib berikhtiar," kata Jokowi dalam acara Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan yang digelar Kementerian Agama, yang mengusung tema 'Mendoakan Indonesia Bebas dari Covid-19, Membangkitkan Kepedulian dan Rasa Kemanusian', Kamis, 14 Mei 2020, lewat teleconference.

    Jokowi mengatakan ikhtiar bisa dilakukan dengan cara melindungi diri sendiri, melindungi keluarga masing-masing, saudara-saudara di sekitar, dan secara umum melindung bangsa dari penyebaran virus ini. Ia mengingatkan bahwa untuk bisa selamat, masyarakat harus berdisiplin.

    Mulai dari disipin dalam menjaga kesehatan, disiplin dalam meningkatkan imunitas, disiplin untuk cuci tangan memakai sabun, disiplin untuk menjaga jarak aman, disiplin memakai masker, disiplin untuk tidak mudik, disiplin bekerja dari rumah, disiplin sekolah, dan juga disiplin beribadah dari rumah.

    Jokowi juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menghilangkan rasa cemas, menjauhkan diri dari ketakutan yang berlebihan, hidupkan optimisme, membangkitkan empati, dan tumbuhkan solidaritas sosial.

    "Mari kita hadapi cobaan ini dengan tenang dan sabar. Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan," kata Jokowi.

    Selain berikhtiar secara langsung, Jokowi menegaskan bahwa doa juga perlu diiringi. Karena itu, dalam acara doa bersama tersebut, Jokowi berdoa agar Indonesia juga dunia segera terbebas dari pandemi Covid, dan agar disingkirkan dari segala musibah.

    "Marilah kita bersama-sama tundukan kepala, merendahkan hati, kita memohon kepada Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, diberikan kesabaran menerima musibah ini dgn lapang dada, diberikan kekuatan agar kita semua bisa selamat dan melewati ujian yang diberikan oleh Allah SWT," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.