Fatwa MUI: Ini Panduan Khotbah untuk Salat Idul Fitri di Rumah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penceramah memberikan khotbah pada puluhan tahanan yang melaksanakan salat Idul Fitri di Lapas kelas 2A Salemba, Jakarta Pusat, 25 Juni 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    Seorang penceramah memberikan khotbah pada puluhan tahanan yang melaksanakan salat Idul Fitri di Lapas kelas 2A Salemba, Jakarta Pusat, 25 Juni 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang membolehkan umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri di rumah saat pandemi Covid-19. Pelaksanaan salat Idul Fitri di rumah, terutama disarankan untuk masyarakat yang berada di wilayah merah pandemi Covid-19.

    “Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama keluarga atau sendiri, terutama jika berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali,” seperti dikutip dari siaran pers Komisi Fatwa MUI, Rabu, 13 Mei 2020.

    Dalam panduan yang diterbitkan ini, MUI menyatakan salat Idul Fitri di rumah dapat dilaksanakan secara berjamaah atau sendiri. 

    Komisi Fatwa MUI menyatakan salat berjamaah Idul Fitri di rumah, minimal diikuti oleh 4 orang. Satu orang menjadi imam dan 3 orang menjadi makmum. Kaifiat salat Idul Fitri berjamaah di rumah mengikuti tata cara salat sebagaimana dilakukan di masjid atau musala.

    Sedangkan untuk khotbah, MUI menyebut jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan salat di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk ceramah, maka fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khotbah.

    Namun, bagi mereka yang memutuskan untuk tetap khotbah berikut panduannya:

    MUI mengeluarkan panduan sebagai berikut:

    1. Khotbah ‘Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempurnaan shalat Idul Fitri.

    2. Khotbah ‘Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

    3. Khotbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali. 

    4. Khotbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

    a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali 

    b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca

    c. Membaca salawat Nabi 

    d. Berwasiat tentang takwa.  

    e. Membaca ayat Al-Qur'an 

    5. Khotbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

    a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali 

    b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca

    c. Membaca Salawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca d. Berwasiat tentang takwa.  

    e. Mendoakan kaum muslimin 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.