Muhadjir Sebut Ada Gejala Anak Muda Kini Tak Mau Susah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PMK Muhadjir Effendy memberikan kata sambutan pada Malam Syukuran dan Apresiasi Tim Kemanusiaan Pelepasan WNI dari Wuhan dengan Masyarakat Natuna  di Gedung Sri Serindid, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 15 Februari 2020. Dalam acara tersebut sejumlah masyarakat Natuna menyampaikan permintaan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Menteri PMK Muhadjir Effendy memberikan kata sambutan pada Malam Syukuran dan Apresiasi Tim Kemanusiaan Pelepasan WNI dari Wuhan dengan Masyarakat Natuna di Gedung Sri Serindid, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu, 15 Februari 2020. Dalam acara tersebut sejumlah masyarakat Natuna menyampaikan permintaan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut ada kecenderungan anak muda saat ini yang ingin cepat sukses. Ia menilai anak-anak muda ingin 'panen cepat' dan tak mau susah atau menanggung risiko gagal.

    "Maaf kalau saya boleh mengkritik, sekarang ini ada gejala anak-anak muda di kalangan kita maunya panen cepat, ingin segera melejit jadi orang besar," kata Muhadjir dalam diskusi virtual 'SDM Unggul dan Kebangkitan Ekonomi Umat', Rabu petang, 13 Mei 2020.

    Padahal, kata Muhadjir, tidak ada usaha yang selalu mulus. Dia juga menyebut tak ada cerita orang yang sukses tanpa pernah mengalami kegagalan.

    Muhadjir pun mewanti-wanti agar anak muda tak gampang menyerah dalam berusaha. Ia juga berpesan agar anak muda tak mengejar panen cepat belaka.

    "Ini daya tahan mental, sehingga tidak mutungan, tidak gampang menyerah, itu dibentuk dari kegagalan satu ke kegagalan lainnya," ujar mantan Menteri Pendidikan ini.

    Dalam forum yang membahas ekonomi umat Islam ini, Muhadjir mengatakan persoalan tradisi masyarakat juga memegang peran penting. Menurut dia, tradisi Islam dan dunia ekonomi kian terkikis di era sekarang ini, contoh nyatanya di Muhammadiyah.

    Dia bercerita, para pemimpin Muhammadiyah awal adalah para saudagar. Kiai Ahmad Dahlan bahkan, kata Muhadjir, berdakwah sembari berdagang kain batik. Namun tradisi ini berkurang ketika pasca-kolonial dan anak-anak muda Islam berbondong-bondong disiapkan menjadi pegawai negeri.

    Muhadjir mengapresiasi adanya anak muda yang menginisiasi kebangkitan ekonomi umat Islam. Dia berpesan agar semangat itu dibarengi dengan upaya membangun tradisi.

    "Tanpa ada upaya kita membangun tradisi yang kuat saya kira juga tidak akan bisa menghasilkan kekuatan ekonomi yang bisa diandalkan. tradisi ini yang penting," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.