BNPB: Pemerintah Tak Siap Data Wabah Covid-19, Semua Masih Kaget

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    Pemakaman jenazah dengan protokol pasien Virus Corona. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Bambang Surya Putra, mengakui Indonesia sebagai negara yang belakangan terinfeksi Covid-19, tak siap data yang cepat dan tepat.

    "Pada saat ini posisinya semua masih kaget, semua tidak serta merta siap dengan komunikasi data," kata Bambang melalui konferensi pers daring BNPB pada Rabu, 13 Mei 2020. Perhatian pemerintah masih berfokus pada penanganan wabah 

    Padahal, pengumpulan data penting untuk memenuhi kebutuhan di lapangan. "Kami seperti dapur data, bagaimana kemudian kami bisa menyajikan data yang terkini, data yang bisa menjadi acuan pengambilan keputusan yang tepat," ujar Bambang.

    Apalagi, data juga dibutuhkan secara cepat agar tim penanggulangan dapat memperhitungkan kebutuhan secara cepat. Bambang mencontohkan misalnya menghitung jumlah alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan seluruh rumah sakit, kebutuhan reagen, dan lainnya.

    Menurut BNPB, jika tim data yang disediakan lambat, bisa memengaruhi penanganan dan kebijakan yang akan diambil. "Perlu diingat, kita kan bersaing dengan Covid-19. Ketika kami lambat, tentu akan berpengaruh ke semua hal," kata Bambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.