Ada Warga Belum Terima Bansos, Jokowi: Mohon Masyarakat Menunggu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga difoto petugas setelah menerima bantuan sosial tunai di Kantor Pos Serang, Banten, Rabu, 6 Mei 2020. Bansos berupa uang tunai Rp600 ribu per KK diberikan kepada keluarga miskin dan rentan miskin yang terdampak pandemi virus Corona. Bantuan tersebut diperikan setiap bulan selama tiga bulan ke depan. ANTARA/Asep Fathulrahman

    Warga difoto petugas setelah menerima bantuan sosial tunai di Kantor Pos Serang, Banten, Rabu, 6 Mei 2020. Bansos berupa uang tunai Rp600 ribu per KK diberikan kepada keluarga miskin dan rentan miskin yang terdampak pandemi virus Corona. Bantuan tersebut diperikan setiap bulan selama tiga bulan ke depan. ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan belum semua masyarakat terdampak Covid-19 mendapat bantuan sosial atau bansos

    "Mohon masyarakat menunggu, menanyakan kepada aparat desa, baik RT/RW maupun aparat desa," katanya saat meninjau penyaluran bantuan sosial di Kantor Pos Kota Bogor, Rabu, 13 Mei 2020.

    Dia mengakui masih ada bantuan sosial belum seluruhnya disalurkan. "Tempat-tempat lain yang saya cek misalnya BLT desa baru yang diterima masyarakat kurang lebih 10 persen," katanya.

    Pemerintah memberikan beberapa jenis bantuan sosial kepada warga selama masa pandemi Covid-19. Yaitu bantuan sosial tunai, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

    "Ada PKH, kemudian kartu sembako, kemudian ada bantuan sosial tunai, kemudian ada BNPT, ada BLT desa, banyak sekali, sehingga kami harap bisa menjangkau kurang lebih 55 persen dari penduduk," kata Jokowi.

    Presiden mengapresiasi kerja sama pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan sosial.

    "Karena sesuatu hal yang sangat mendadak, karena pandemi Covid-19. Ada satu, dua, tiga, yang berkaitan dengan data itu masih belum bisa diperbaiki. Tahap kedua bulan depan, Insya Allah lebih baik," kata Jokowi.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.