Polri Temukan Bukti Perdagangan Orang pada Kasus ABK Long Xing

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KBRI Seoul memulangkan 6 orang ABK Indonesia di kapal penangkap ikan Korea Selatan, Lim Discoverer, yang tenggelam di Laut Bismarck pada 21 Maret.[Dok. KBRI Seoul]

    KBRI Seoul memulangkan 6 orang ABK Indonesia di kapal penangkap ikan Korea Selatan, Lim Discoverer, yang tenggelam di Laut Bismarck pada 21 Maret.[Dok. KBRI Seoul]

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri telah menggelar kasus perbudakan dan eksploitasi terhadap anak buah kapal atau ABK Indonesia di Kapal Cina Long Xing 629. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo menuturkan, dari hasil gelar perkara, pihaknya menemukan tiga alat bukti terjadinya peristiwa pidana tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

    "Penyidik akan melaksanakan proses penyidikan untuk menemukan siapa tersangka yang melakukan perdagangan orang," ujar Ferdy saat dihubungi pada Rabu, 13 Mei 2020.

    Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Komisaris Besar John W Hutagalung menuturkan, Satuan Tugas TPPO akan melanjutkan pemeriksaan terhadap 10 ABK. "Kami akan berkoordinasi dengan jaksa mengenai penerbitan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan)," kata John.

    Untuk kasus perdagangan orang ini, Kepolisian RI sebelumnya telah memeriksa pihak Imigrasi Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan Imigrasi Pemalang, Jawa Tengah. Kemudian juga memeriksa Direktur Operasional PT Alfira Perdana Jaya, sebagai agen penyalur ABK, serta 14 ABK yang telah pulang ke Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H