Epidemiolog: Herd Immunity Tak Mungkin Diterapkan di Indonesia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, menilai herd immunity tidak mungkin bisa diterapkan di Indonesia untuk menekan angka kasus Covid-19. Kenapa? “Karena baru terbentuk jika minimal 60 sampai 80 persen penduduk Indonesia terinfeksi Covid-19," ujar Pandu melalui pesan teks pada Rabu, 13 Mei 2020.

    Dengan prasyarat itu, kata Pandu, akan banyak korban yang dirawat di rumah sakit dan meninggal sebagian, jika menerapkan herd immunity.

    Herd immunity adalah konsep epidemiologis yang menggambarkan keadaan suatu populasi cukup kebal terhadap penyakit sehingga infeksi tidak akan menyebar dalam kelompok itu. Herd immunity ada setelah 70 persen populasi terinfeksi dan pulih. Sehingga wabah menjadi jauh lebih sedikit lantaran kebanyakan orang resisten terhadap infeksi.

    Saat ini, kata Pandu, besaran persen orang Indonesia yang terinfeksi masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah populasi penduduk. "Di Wuhan saja hanya sekitar lima persen."

    Hingga 9 Mei 2020, total jumlah kasus Covid-19 di Cina daratan mencapai 82.901 kasus. Sedangkan jumlah kematian sebanyak 4.633 kematian.

    Menurut Pandu, masyarakat harus benar-benar disiplin jika ingin kasus Covid-19 terus menurun, yaitu dengan membiasakan pola hidup baru. "Apa itu pola hidup baru? Hidup sehat, pakai masker dan menjaga kebersihan, juga memperkuat dengan pembatasan sosial berbasis komunitas."

    Hingga 12 Mei, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 14.749 kasus. Dari angka itu, 3.063 pasien sembuh dan 1.007 pasien meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.