Hasil Rapid Test Covid-19 di Indogrosir Yogya: 20 Orang Reaktif

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) kepada warga yang terjaring razia pembatasan aktivitas malam hari di Polrestabes Surabaya, Ahad, 3 Mei 2020. Sebanyak 171 orang di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo menjalani rapid test COVID-19 serta pemeriksaan lebih lanjut setelah terjaring razia yang digelar oleh pihak kepolisian tersebut. ANTARA/Didik Suhartono

    Petugas melakukan pemeriksaan cepat COVID-19 (Rapid Test) kepada warga yang terjaring razia pembatasan aktivitas malam hari di Polrestabes Surabaya, Ahad, 3 Mei 2020. Sebanyak 171 orang di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo menjalani rapid test COVID-19 serta pemeriksaan lebih lanjut setelah terjaring razia yang digelar oleh pihak kepolisian tersebut. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Yogyakarta- Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sleman merampungkan rapid test (uji cepat) massal bagi pengunjung Indogrosir Sleman, Yogyakarta, yang dilakukan di GOR Pangukan Sleman pada Selasa 12 Mei 2020.

    Rapid test itu menjadi tindak lanjut penelusuran kasus setelah adanya temuan karyawan pusat kulakan terbesar itu positif Corona. Menurut hasil rapid test hari pertama itu, dari sebanyak 461 orang yang mengikuti test diketahui ada 20 orang reaktif Covid-19.

    “Untuk pengunjung Indogrosir yang hasil rapid testnya reaktif kami lakukan isolasi di Asrama Haji Yogya, di bawah pengawasan dinas kesehatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo Selasa petang 12 Mei 2020.

    Joko mengatakan untuk rapid test hari pertama itu secara umum berjalan lancar. Walaupun dari kuota sebanyak 500 orang hari pertama, hanya 461 orang yang datang."Mereka yang tidak hadir, tidak memberi keterangan,” katanya.

    Rapid test untuk pengunjung Indogrosir dilakukan bagi mereka yang menyambangi pusat kulakan itu periode 19 April-4 Mei 2020 lalu. Masih ada dua hari lagi pelaksanaan rapid test massal di lokasi yang sama yakni tanggal 13 dan 14 Mei 2020.

    Rapid test massal pengunjung Indogrosir Sleman ini membeludak jumlahnya. Mereka yang mendaftar secara online mencapai 1.750 orang dari total 1.500 kuota yang disediakan. Namun dari jumlah pendaftar itu yang tidak lolos seleksi ada 328 orang.

    Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan mengatakan asrama haji selama ini memang digunakan untuk karantina para pemudik. “Hari ini ada dua orang yang sudah dijemput oleh keluarganya dan tinggal satu orang saja. Mereka telah selesai karantina dan hasil rapid test negatif,” katanya.

    Makwan mengatakan di asrama haji itu bisa menampung sebanyak 158 orang. Terdiri dari Gedung Makkah menampung 96 orang, Madinah bisa 10 orang dan Musdalifah 52 orang. Juru Bicara Penanganan Covid-DIY Berty Murtiningsih menyatakan per 12 Mei 2020 ini ada 169 kasus positif Corona di DIY.Di mana untuk klaster Indogrosir tiga hari terakhir terus bertambah menjadi 16 orang.

    Dari seluruh kasus positif di DIY itu, sebanyak 63 kasus sembuh dan 7 kasus meninggal dunia. Sedangkan yang masih dalam proses uji laboratorium ada 155 kasus di mana 14 kasus sudah dinyatakan meninggal dunia.

    Adapun jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di DIY per 12 Mei 2020 sebanyak 1.141 orang di mana 198 orang masih dalam perawatan. Sedangkan jumlah orang dalam pemantauan ada 5.661 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.