Pasien Covid-19 Meninggal Tembus 1.007, Terbanyak di DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan APD ketika berada di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan khusus pasien COVID-19 Martha Friska di Medan, Sumatera Utara, Kamis, 2 April 2020. Kabar gembira tersebut disampaikan Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pada tayangan update situasi pda Kamis sore, 16 April 2020. ANTARA/Septianda Perdana

    Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan APD ketika berada di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan khusus pasien COVID-19 Martha Friska di Medan, Sumatera Utara, Kamis, 2 April 2020. Kabar gembira tersebut disampaikan Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pada tayangan update situasi pda Kamis sore, 16 April 2020. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan dari total jumlah pasien Covid-19 yang meninggal mayoritas terjadi di DKI Jakarta.

    "Kasus kematian paling banyak terjadi di DKI Jakarta dengan 443 kasus," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui akun Youtube BNPB hari ini, Selasa, 12 Mei 2020.

    Dia menjelaskan bahwa per hari ini terdapat penambahan 16 pasien meninggal sehingga totalnya menjadi 1.007 orang.

    Berdasarkan data harian Gugus Tugas Covid-19 per 12 Mei, Yurianto menjelaskan, kasus kematian terbanyak kedua di Jawa Timur dengan 155 kasus lalu Jawa Barat (98), Jawa Tengah (66), Banten (56), serta Sulawesi Selatan (49).

    Meski demikian, dia melanjutkan, penambahan pasien sembuh lebih banyak, yaitu 182 sehinga total pasien Covid-19 yang sembuh sudah 3.063 orang.

    “Kita harus bekerja lebih keras lagi,” kata Achmad Yurianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.