Gugus Tugas: Kasus Covid-19 Meningkat karena Tes Semakin Banyak

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test COVID-19 secara acak kepada pedagang dan pembeli di Pasar Larangan setelah salah satu pedagang positif virus corona, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 6 Mei 2020. Hingga Jumat, terdapat 152 kasus positif corona, dengan 14 pasien sembuh dan 17 meninggal. ANTARA/Umarul Faruq

    Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test COVID-19 secara acak kepada pedagang dan pembeli di Pasar Larangan setelah salah satu pedagang positif virus corona, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu, 6 Mei 2020. Hingga Jumat, terdapat 152 kasus positif corona, dengan 14 pasien sembuh dan 17 meninggal. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan bahwa peningkatan angka kasus positif Covid-19 yang naik cukup tajam dalam beberapa hari terakhir terjadi karena jumlah uji spesimen yang semakin banyak dilakukan.

    "Kita lihat tren peningkatan kasus konfirmasi positif meningkat. Kenapa? Karena kemampuan kita untuk testing semakin besar. Jadi setiap kita lakukan testing dengan jumlah banyak sangat mungkin yang terkonfirmasi positif juga banyak," ujar Doni melalui telekonferensi, Senin, 11 Mei 2020.

    Pada 9 Mei lalu, penambahan kasus baru Covid-19 melonjak 533 kasus per hari. Sehari setelahnya, laju kasus turun menjadi 387 kasus baru. Namun, jumlah rata-rata penambahan masih di atas 300 kasus per hari.

    Doni memperkirakan jumlah ini akan terus naik seiring dengan kecepatan pengujian spesimen dengan dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Kemampuan uji spesimen saat ini masih di kisaran 4.000-5.000 tes per hari. "Presiden meminta harus bisa 10.000 tes per hari," ujar Doni.

    Untuk itu, dia meminta agar 104 laboratorium uji yang telah tersedia bisa meningkatkan kemampuan. Dia juga meminta jumlah sumber daya manusia terlatih di laboratorium uji ditambah. "Kalau sumber daya manusia memadai, bisa dibuat jam kerja tiga shift, sehingga bisa bekerja 24 jam di laboratorium," ujar Kepala BNPB ini.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.