Gugus Tugas Sebut Daerah yang Terapkan PSBB Bisa Tekan Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bersenjata berjaga di check point ruas jalan nasional Jatinangor, Sumedang, Ahad, 10 Mei 2020. Petugas berjaga di beberapa titik tujuan mudik saat penarapan PSBB Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas bersenjata berjaga di check point ruas jalan nasional Jatinangor, Sumedang, Ahad, 10 Mei 2020. Petugas berjaga di beberapa titik tujuan mudik saat penarapan PSBB Jawa Barat. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah, telah mulai menunjukkan hasil positif. Jumlah kasus positif di daerah-daerah yang telah menerapkan PSBB, kata Doni, mulai menurun.

    "Seperti halnya DKI, pada 5 April, kasus terkonfirmasi positif adalah 50 persen dari nasional. Setelah PSBB pada 5 Mei lalu, terjadi penurunan jumlah kasus terkonfirmasi di DKI, menjadi 39 persen dari nasional," kata Doni usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, lewat teleconference, Senin, 11 Mei 2020.

    Hingga saat ini, Doni mengatakan di Pulau Jawa jumlah kasus terkonfirmasi positif berada mendominasi 70 persen total kasus di nasional. Sedangkan untuk angka kematiannya, mencapai 82 persen dan yang sembuh sembuh 59 persen dari total keseluruhan nasional.

    Atas dasar tersebut, Doni mengatakan penerapan PSBB seharusnya bisa dilakukan bagi daerah-daerah yang mulai menunjukkan tren kenaikan jumlah kasus positif. Ia menyarankan daerah-daerah tersebut agar segera mengajukan proposal ke Kementerian Kesehatan, untuk menerapkan PSBB.

    "Tentu kami berharap inisiatif ini dari daerah sehingga kesiapan diri dan melakukan kordinasinya jauh lebih baik," kata dia.

    Doni mengatakan inisiatif dari daerah ini penting agar tak terjadi ping pong kasus Covid-19 antardaerah. Ia tak ingin ada satu daerah yang telah menurun kasus positifnya, bisa kembali lagi muncul karena ada perubahan mobilisasi dari masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.