Panja Revisi UU Minerba Minta Pengkritik Tak Teror Lewat WhatsApp

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Rapat DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ilustrasi Rapat DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Panitia Kerja Revisi Undang-Undang Mineral dan Batubara atau UU Minerba, Bambang Wuryanto, meminta penolak RUU ini tidak “menyerang” anggota dewan dengan memborbardir pesan singkat melalui WhatsApp. Ia menyarankan untuk menempuh jalur judicial review jika merasa ada masalah dari UU itu.

    "Mohon maaf, itu teror," kata Bambangdalam rapat kerja Pengambilan Keputusan RUU tentang Minerba, Senin, 11 Mei 2020.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan pembuatan undang-undang merupakan kewenangan DPR dan wajib didiskusikan bersama pemerintah. Ia membantah jika DPR atau pemerintah bersikap semau-maunya dalam proses pembuatan undang-undang.

    Bambang menampik pula jika pembahasan RUU ini dipercepat. Ia menjelaskan pembahasan revisi UU Minerba ini sudah dimulai sejak DPR periode sebelumnya.

    Menurut Bambang, ratusan daftar inventarisasi masalah (DIM) yang pemerintah kirimkan bisa dibahas Panja dengan cepat karena banyak yang sama. Ia menuding pihak yang mempermasalahkan revisi UU Minerba ini tidak paham mekanisme pembahasan perundang-undangan. "Mesti dipahami dulu jangan langsung menghukum."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?