34 Ribu Buruh Migran Pulang, Jokowi Minta Protokol Diperketat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo mengikuti KTT ASEAN Plus Three secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 14 Maret 2020. Dalam KTT tersebut Presiden Jokowi mendorong adanya penguatan kerja sama negara ASEAN Plus Three (APT) untuk menciptakan resiliensi terhadap tantangan pandemi virus Corona dan pelemahan ekonomi. ANTARA/Biro Pers - Lukas

    Presiden Joko Widodo mengikuti KTT ASEAN Plus Three secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 14 Maret 2020. Dalam KTT tersebut Presiden Jokowi mendorong adanya penguatan kerja sama negara ASEAN Plus Three (APT) untuk menciptakan resiliensi terhadap tantangan pandemi virus Corona dan pelemahan ekonomi. ANTARA/Biro Pers - Lukas

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia akan kedatangan gelombang kepulangan buruh migran pada Mei 2020. Jokowi menyebut setidaknya akan ada 34 ribu buruh migran yang akan kembali ke Indonesia di tengah pandemi Virus Corona ini.

    "Ini agar betul-betul diantisipasi, disiapkan, ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk yang telah kita tetapkan dan diikuti pergerakan sampai ke daerah," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas laporan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Senin, 11 Mei 2020.

    Dari total 34 ribu buruh migran yang diperkirakan akan pulang, berasal dari beberapa daerah. Jumlah terbanyak diperkirakan berasal dari Jawa Timur lebih dari 8.900 orang, dari Jawa Tengah 7.400, dari Jawa Barat 5.800, dari Nusa Tenggara Barat 4.200, dari Sumatera Utara kurang lebih 2.800, dari Lampung 1.800, dan 500 orang dari Bali.

    "Untuk jalur udara ada dua pintu masuk, yakni di Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai," kata Jokowi. Untuk ABK kapal pesiar juga di Benoa Bali, di Tanjung Priok, dan juga pekerja migran yang dari Malaysia lewat Batam dan Tanjung Balai.

    Jokowi menegaskan bahwa kepulangan mereka harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan memobilisasi sumber daya. Ia tak ingin buruh migran secara tak sengaja membawa pulang virus dan memperluas penyebaran Covid-19 di Indonesia.

    "Juga dipastikan kesiapan tempat karantina, dipastikan rumah sakit rujukan bagi para pekerja migran kita itu," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.