Jokowi Minta PCR Test-Ventilator Dalam Negeri Segera Diproduksi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi memastikan kesiapan rumah sakit tersebut yang akan merawat pasien virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 April 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi memastikan kesiapan rumah sakit tersebut yang akan merawat pasien virus Corona. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pembuatan alat-alat kesehatan dalam negeri terus menunjukkan perkembangan. Ia menargetkan produksi alkes bisa dilakukan sesegera mungkin untuk memenuhi kebutuhan di lapangan akibat pandemi Covid-19.

    "Saya kira paling tidak akhir Mei atau awal Juni ini sudah bisa produksi," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas laporan Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Desease 2019, Senin, 11 Mei 2020.

    Jokowi menyebut Kementerian Riset dan Teknologi Nasional/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah mampu mengembangkan PCR test kit, non-PCR diagnostic test, hingga alat ventilator. Ia mengatakan alat-alat ini harus segera diproduksi masal agar Indonesia tak tergantung dengan impor dari negara lain.

    "Saya minta hasil riset dan inovasi ini didukung penuh dan proses perizinan dilakukan cepat dan juga disambungkan dengan industri, baik BUMN maupun swasta," kata Jokowi.

    Ia juga mengatakan mendapat laporan bahwa ada kemajuan signifikan dalam pengujian plasma yang rencananya ini uji klinis skala besar di beberapa rumah sakit. Dan juga steam cell menggantikan jaringan paru yang rusak. Selain itu, ada juga kemajuan signifikan pada penelitian genome sequencing.

    "Ini tahapan yang sangat penting dalam menuju tahap berikutnya untuk menemukan vaksin yang sesuai dengan negara kita," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.