Menlu Retno Sebut Cina Berikan Perhatian Khusus Kejadian ABK WNI

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah Cina memberikan perhatian khusus atas kejadian anak buah kapal (ABK) WNI milik perusahaan Cina. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Dirjen Asia dengan Kementerian Luar Negeri Cina pada 9 Mei 2020.

    "Pemerintah RRT (Republik Rakyat Tiongkok) menyampaikan mereka memberikan perhatian khusus atas kejadian ABK dan sedang melakukan investigasi tehadap perushaan perikanan Tiongkok yang pekerjakan ABK Indonesia," kata Retno dalam cuplikan video konferensi pers pada Ahad, 10 Mei 2020.

    Pemerintah Indonesia, kata Retno, memiliki beberapa langkah untuk menuntaskan kasus ini. Pertama, pemerintah akan memastikan hak-hak ABK WNI terpenuhi. Kedua, kasus ini akan ditindaklanjuti melalui proses hukum secara paralel, baik oleh Cina maupun Indonesia.

    Ketiga, Indonesia akan memaksimalkan mekanisme kerjasama hukum dengan otoritas Cina dalam penyelesaian kasus ini. "Keempat Indonesia telah dan akan terus meminta RRT untuk memberikan kerja sama yang baik dengan Indonesia, sekali lagi dalam rangka penyelesaian kasus ini," tuturnya.

    Sebelumnya terkuak insiden meninggalnya tiga orang ABK yang meninggal di kapal milik perusahaan Cina yang jenazahnya dilarung ke laut. Setelah itu Pemerintah Indonesia bergerak untuk mengusut, Kepolisian RI pun telah menyatakan membuka penyelidikan terhadap dugaan perbudakan dan eksploitasi di kapal berbendera Cina ini.

    Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) telah memeriksa 14 ABK Indonesia yang telah dibawa pulang ke Indonesia. Dari hasil pemeriksaan awal, kepolisian pun menemukan indikasi terjadinya perbudakan dan eksploitasi terhadap seluruh ABK Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.