Hanafi Rais Mundur dari PAN karena Amien Ingin Bikin Partai Baru?

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional, Putra Jaya Husen mengatakan mundurnya Hanafi Rais dari kepengurusan PAN dan keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat tak terkait dengan rencana loyalis Amien Rais, ayah Hanafi, mendirikan partai baru. Menurut Putra Jaya, Hanafi hingga saat ini belum pernah ikut dalam perencanaan pembentukan partai anyar itu.

    "Mundurnya Mas Hanafi itu terpisah dan sama sekali tidak ada kontaknya dengan rencana kami membentuk partai baru," kata Putra Jaya kepada Tempo, Ahad, 10 Mei 2020.

    Putra menjelaskan, ia terakhir kali bertemu Hanafi Rais pada Kongres V PAN Februari lalu di Kendari. Namun, pada Rabu petang lalu, 6 Mei 2020, Putra menyebut Hanafi berkomunikasi dengan sejumlah loyalis Amien Rais melalui telekonferensi.

    Saat itu, kata Putra, Hanafi menjelaskan tentang keputusannya mundur dari DPP PAN periode 2020-2025 dan DPR periode 2019-2024. Menurut Putra, Hanafi memilih mundur karena perbedaan prinsip dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

    Hanafi bercerita dirinya sudah bertemu dengan Zulkifli saat mengantarkan surat pengunduran diri. Putra Amien Rais itu juga menyampaikan soal perbedaan prinsip di antara mereka.

    "Dia ketemu langsung dengan ketum dan dia bilang tidak bisa lagi bersama-sama, 'Karena saya dan Bang Zul berbeda prinsip'," kata Putra menirukan cerita Hanafi.

    Hanafi, kata Putra, mengatakan banyak keputusan partai berbeda dengan prinsip yang dia yakini. Hal itu pun merupakan akumulasi selama beberapa tahun belakangan.

    Menurut Putra Jaya, perbedaan prinsip tersebut juga dirasakan dirinya dan sejumlah kader yang ingin mendirikan partai baru. Hanya saja ia dan sejumlah kader itu memutuskan untuk tidak lagi di PAN, sedangkan Hanafi masih kader PAN.

    "Apakah setelah ada partai baru Mas Hanafi bergabung atau tidak, itu Mas Hanafi yang akan memutuskan sendiri," ucap dia.

    Hanafi Rais memutuskan mundur dari kepengurusan PAN dan DPR lewat suratnya tertanggal 5 Mei lalu. Dalam surat itu, Hanafi menyinggung PAN yang tak bergerak ke arah perbaikan pasca-kongres yang disebutnya mencoreng wajah partai.

    Dia juga menyebut PAN cenderung konformis terhadap kekuasaan. Menurut Hanafi, sikap tersebut bertentangan dengan harapan kader dan simpatisan yang berharap PAN menjadi antitesis kekuasaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.