Update Covid-19 10 Mei: 14.032 Kasus, 2.698 Sembuh, 973 Meninggal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa pengendara yang melewati check point ruas jalan nasional Jatinangor saat penyerapan PSBB di wilayah PSBB, di Sumedang, Ahad, 10 Mei 2020. Penerapan PSBB untuk mencegah penyebaran virus Corona di wilayah Jawa Barat berlaku sejak 6 Mei lalu.  TEMPO/Prima Mulia

    Petugas memeriksa pengendara yang melewati check point ruas jalan nasional Jatinangor saat penyerapan PSBB di wilayah PSBB, di Sumedang, Ahad, 10 Mei 2020. Penerapan PSBB untuk mencegah penyebaran virus Corona di wilayah Jawa Barat berlaku sejak 6 Mei lalu. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan kasus baru terkonfirmasi positif virus Corona di Indonesia sebesar 387 pada Ahad, 10 Mei 2020.

    "Sehingga total kini menjadi 14.032 kasus, dari 13.645 kasus," ujar Yurianto melalui telekonferensi streaming pada Ahad, 10 Mei 2020.

    Lalu, untuk pasien sembuh kini bertambah menjadi 2.698 orang dari sebelumnya 2.607 orang. Sedangkan, untuk pasien meninggal menjadi 973 orang, dari sebelumnya 959 orang.

    Adapun untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah menjadi 248.690 dari 246.847 orang, dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) menjadi 30.317 orang dari sebelummya 29.690 orang.

    Yurianto pun kembali mengingatkan, dengan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta pada 10 April hingga 22 Mei 2020, masyarakat wajib patuh untuk tetap berada di rumah. Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas dan interaksi di luar rumah.

    "Mari bersama-sama tetap aman di rumah," ucap Achmad Yurianto. Jika terpaksa harus keluar, masyarakat diwajibkan menggunakan masker dan tetap memberlakukan physical distancing atau jaga jarak aman satu sampai dua meter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.