Tempo Temukan Biozek, Alat Rapid Test Covid-19, Bermasalah

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan mengambil sampel darah seorang jemaah untuk dilakukan tes diagnostik cepat atau rapid test COVID-19 di kawasan Masjid Besar Nurul Huda, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat malam, 8 Mei 2020. Rapid test dadakan kepada jemaah masjid usai salat Tarawih berjemaah tersebut digelar untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA/Umarul Faruq

    Petugas kesehatan mengambil sampel darah seorang jemaah untuk dilakukan tes diagnostik cepat atau rapid test COVID-19 di kawasan Masjid Besar Nurul Huda, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat malam, 8 Mei 2020. Rapid test dadakan kepada jemaah masjid usai salat Tarawih berjemaah tersebut digelar untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Biozek, alat uji cepat atau rapid test Covid-19 yang didatangkan Kimia Farma dari Belanda diduga bermasalah.

    Hasil investigasi Tempo bersama Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) justru menemukan bahwa alat itu produksi Cina, bukan Belanda.

    Direktur Produksi dan Supply Chain Kimia Farma Andi Prazos menuturkan kesepakatan dengan Perusahaan Farmasi Inzek Internasional Trading BV di Belanda terjadi pada awal April 2020.

    Ia menyakini Biozek benar-benar diproduksi di Apeldoorn, Gelderland, Belanda. Kepercayaan itu diperkuat mana kala Inzek memperbolehkan Kimia Farma datang mengunjungi mereka.

    "Ada sejumlah produsen yang tidak memperbolehkan kami menemui mereka, sehingga kami tidak jadi deal," ucap Andi seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi Senin, 11 Mei 2020.

    Berdasrkan penelusuran OCCRP bersama Tempo menunjukkan Biozek bikinan Hangzhou Alltest Biotech Co. Ltd di Cina. Alat rapid test Covid-19 tersebut hanya dikemas ulang di Belanda.

    Chief Executive Officer Inzek international Trading BV Zeki Hamid mengatakan situs Biozek tak bermaksud menyebut alat itu diproduksi di Belanda.

    "Melainkan merupakan merek Belanda," kata Zeki.

    Alat uji cepat Covid-19 itu ditemukan memiliki akurasi yang buruk. Sedangkan Hangzhou Alltest Biotech Co. Ltd mengklaim Biozek memiliki akurasi di atas 90 persen dalam mendeteksi dua sistem antibodi saat tubuh terkena infeksi bakteri, kuman, atau virus.

    Berdasarkan beberapa penelitian, salah satunya adalah Studi non-peer review dari Spanyol, menemukan dari 55 sampel positif berdasarkan tes PCR lebih dari setengahnya dinyatakan negatif palsu melalui pengujian Alltest.

    "(Hasil) Negatif palsu adalah bencana," ucap Marien de Jonge, ilmuwan yang terlibat dalam penelitian Coronavirus Disease. Baca liputan lengkapnya di Majalah Tempo edisi: Terperdaya Tes Corona

    ANDITA RAHMA | MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.