Bullying Ferdian Paleka Terungkap, Kompolnas Apresiasi Polisi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ferdian Paleka, Youtuber yang membuat konten prank untuk transpuan. IG Kabar Jabar

    Ferdian Paleka, Youtuber yang membuat konten prank untuk transpuan. IG Kabar Jabar

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional) Pungki Indarti mengapresiasi transparansi Polrestabes Bandung mengenai perisakan (bullying) terhadap Ferdian Paleka, pelaku prank, oleh sesama tahanan.

    Perisakan dilakukan diduga lantaran pelaku tidak suka dengan prank yang dilakukan oleh Ferdian Paleka cs terhadap sejumlah waria di Bandung.

    "Tindakan cepat Kapolrestabes Bandung untuk mengusut tuntas kasus ini serta transparansinya pada publik patut diapresiasi," ujar Pungki melalui siaran pers hari ini, Minggu, 10 Mei 2020.

    Pungki meminta Kepolisian agar gerak cepat memeriksa pelaku bullying serta petugas tahanan yang kala itu berjaga.

    Ia pun berharap perisakan sesama tahanan tak terjadi lagi sehingga dan meminta adanya perketatan sistem pengamanan dan pengawasan.

    Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya menceritakan rekaman perisakan terhadap Ferdian Paleka diambil dari ponsel tahanan berinisial GAN alias Iges.

    Bullying dilakukan oleh Iges dan tahanan lain pada Jumat malam, 8 Mei 2020, lalu rekaman videonya diunggah ke akun Facebook milik Iges.

    Dalam rekaman video itu, kepala Ferdian Paleka gundul dan hanya mengenakan celana dalam. Youtuber tersebut mengalami bullying berupa dipaksa masuk tong sampah, push up, dan squat.

    Ulung menduga ponsel didapatkan Iges dengan cara diselundupkan bersama makanan dari luar. Setelah pandemi Covid-19, Polrestabes Bandung tidak lagi menerima tamu bagi tahanan. Namun, kiriman makanan masih diterima.

    "Kami akan perketat lagi dengan tidak menerima kunjungan dan makanan dari luar," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.