Bamsoet Kritik Kemenlu soal Kasus ABK Indonesia di Kapal Cina

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat membuka FGD di Kampus UI Depok pada Selasa, 19 November 2019.

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat membuka FGD di Kampus UI Depok pada Selasa, 19 November 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Bambang Soesatyo atau Bamsoet menilai Kemenlu lamban dan minim dalam merespons kematian anak buah kapal atau ABK Indonesia di kapal Cina, Long Xin 629.

    Bamsoet menyebut Kemenlu di bawah Menteri Retno Marsudi tak responsif mengurusi aspek administratif para ABK Indosia yang meninggal itu.

    "Akibat kelambanan dan sikap minimalis itu, para almarhum dan keluarganya tidak mendapatkan perlakuan yang layak," kata Bamsoet lewat keterangan tertulis hari ini, Ahad, 10 Mei 2020.

    Menurut politikus Partai Golkar tersebut masyarakat baru mengetahui peristiwa pelarungan jenazah dan dugaan eksploitasi ABK Indonesia tersebut pada pekan kedua Mei 2020. Padahal peristiwa ematian dan pelarungan tiga jenazah terjadi pada Desember 2019 dan Maret 2020.

    Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini mengungkapkan bahwa menurut kolega ABK yang meninggal, laporan kematian dan pelarungan jenazah sudah diterima Kemenlu sejak Desember 2019.

    Bahkan, para kolega almarhum sudah mendatangi Kemenlu.

    Bamsoet menyatakan kasus jasad ABK Indonesia dilarung dari kapal Cina viral bukan karena inisiatif Kemenlu, melainkan pemberitaan pers Korea Selatan dan komentar warganet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?